Bukan Cuma Emas, Ini Tren Investasi Kekinian yang Dilirik Anak Muda

  • 29 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Lanskap investasi di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi, mengalami pergeseran masif dalam beberapa tahun terakhir. Jika generasi terdahulu sangat mengandalkan emas batangan atau properti fisik sebagai aset aman, generasi muda saat ini lebih tertarik pada instrumen digital yang menawarkan kemudahan akses, modal awal yang murah, dan fleksibilitas tinggi.

Akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Jambi, Ahmad Soleh, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi finansial (fintech) telah melahirkan tren investasi baru yang sangat digandrungi. Salah satu yang paling mendominasi panggung saat ini adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) digital dan Surat Berharga Negara (SBN) yang kini bisa dibeli secara daring (online).

Menurut Ahmad Soleh, tren ini meledak karena kedua instrumen tersebut berhasil menjawab kecemasan investor pemula yang ingin berinvestasi tetapi takut kehilangan modal (padat modal) atau terjebak investasi bodong.

"Tren terbesar saat ini adalah investasi berbasis aplikasi yang bisa dimulai hanya dengan modal Rp10.000 saja, seperti Reksa Dana. Selain itu, Surat Berharga Negara atau SBN juga sedang sangat naik daun di kalangan anak muda karena kupon atau imbal hasilnya yang stabil, pajaknya rendah, dan 100 persen aman dijamin oleh negara," ujar Ahmad Soleh, Jumat, 29 Mei 2026.

Dua Instrumen yang Merajai Tren Pasar Finansial

Guna memberikan gambaran bagi masyarakat yang ingin mencoba alternatif di luar emas, Ahmad Soleh membedah dua instrumen yang sedang menjadi tren utama saat ini:

Reksa Dana Digital (Khusus Pasar Uang & Pendapatan Tetap): Instrumen ini menjadi primadona karena likuiditasnya yang tinggi—bisa dicairkan kapan saja tanpa denda. Melalui fitur robo-advisor di berbagai aplikasi, dana investor akan dialokasikan secara otomatis oleh sistem ke instrumen yang paling aman, sehingga sangat cocok bagi mereka yang sibuk dan tidak punya waktu memantau pasar.

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel: Setiap kali pemerintah merilis seri SBN baru (seperti ORI, SBR, atau Sukuk Ritel), kuota pemesanan selalu ludes dalam waktu cepat. Anak muda menyukai SBN karena memberikan imbal hasil pasif (passive income) yang ditransfer langsung ke rekening setiap bulan, dengan keuntungan yang umumnya berada di atas rata-rata bunga deposito bank.

"Selain dua itu, investasi saham pada perusahaan-perusahaan berfundamental besar (blue chip) juga masih menjadi tren bagi mereka yang siap dengan risiko lebih tinggi. Namun, untuk mayoritas pemula, pergeseran tren saat ini memang lebih condong ke arah instrumen yang menawarkan stabilitas dan kepraktisan lewat ponsel pintar," tambahnya.

Ahmad Soleh tetap mengingatkan bahwa sepopuler apa pun sebuah tren investasi, masyarakat Jambi wajib memegang teguh prinsip legalitas. Sebelum menyetor dana, pastikan aplikasi atau platform yang digunakan telah mengantongi izin resmi dan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....