Pedagang Pasar Kubis Dipindah ke Terminal Malengkeri

  • 28 Mei 2026 08:41 WIB
  •  Makassar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan area khusus di Terminal Malengkeri sebagai lokasi baru aktivitas pasar bongkar muat bagi para pedagang yang sebelumnya beroperasi di kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis dan sepanjang Jalan Veteran Utara.

Langkah relokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kota untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, aman, dan terorganisir tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan sejak penertiban dilakukan pada 21 Mei 2026 lalu, mayoritas pedagang bongkar muat sayur mayur telah berpindah dan mulai beroperasi di Terminal Malengkeri.

“Alhamdulillah saat penertiban kemarin, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Elber, keberhasilan relokasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah kecamatan, Perumda Pasar, dan berbagai elemen masyarakat yang turut melakukan sosialisasi kepada para pedagang sebelum pemindahan dilakukan.

Terminal Malengkeri dinilai memiliki area yang lebih luas dan steril sehingga mampu menampung aktivitas bongkar muat yang sebelumnya berlangsung di badan jalan dan memicu kemacetan di kawasan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu.

Selain mengurai kepadatan lalu lintas, pemindahan aktivitas pasar bongkar muat ke terminal juga diharapkan memberi kenyamanan bagi pedagang dan pembeli karena distribusi barang kini dipusatkan di area yang lebih representatif dengan pengaturan lalu lintas yang lebih baik.

Perumda Terminal juga telah menyiapkan area khusus bongkar muat serta menerapkan sistem zonasi untuk memastikan aktivitas distribusi berjalan lancar.

Berdasarkan data awal dari Perumda Pasar, jumlah kendaraan pedagang yang diperkirakan masuk sekitar 308 unit. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah kendaraan yang beroperasi meningkat hingga mendekati 400 unit.

“Kami memang menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi realisasinya hampir 400 kendaraan masuk. Karena itu kami melakukan penataan per blok dan zona parkir agar semuanya tetap bisa terakomodasi dengan baik,” jelas Elber.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena tidak hanya pedagang dari Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis yang masuk beroperasi di Terminal Malengkeri.

Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pelayanan dan pengaturan yang humanis agar seluruh aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu operasional terminal.

“Terminal ini prinsipnya adalah fasilitas pelayanan, karena itu kami tetap berupaya mengakomodasi para pedagang dengan pengaturan yang baik agar semua bisa terlayani,” katanya.

Elber mengungkapkan, tantangan utama saat ini adalah pengaturan arus kendaraan pembeli yang ikut masuk ke area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung. Sebagian besar pembeli datang menggunakan kendaraan roda empat untuk langsung mengambil barang dagangan sehingga membutuhkan pengaturan lalu lintas internal yang lebih ketat.

“Yang menjadi perhatian sekarang adalah kendaraan pembeli yang ikut masuk ke dalam terminal. Ini yang sedang kami tata agar tidak menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Perumda Terminal menyiapkan petugas khusus yang berjaga mengatur sirkulasi kendaraan dan parkir selama aktivitas bongkar muat berlangsung.

Adapun operasional pasar bongkar muat di Terminal Malengkeri berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga sekitar pukul 06.00 Wita.

Elber menilai, perpindahan aktivitas bongkar muat ke terminal mulai membawa dampak positif terhadap penataan kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu yang kini terlihat lebih bersih dan tertib.

“Tujuan utama kebijakan ini adalah penataan kota. Sekarang kawasan yang sebelumnya padat aktivitas pasar tumpah sudah jauh lebih bersih dan lalu lintas lebih tertata,” jelasnya.

Terkait retribusi, Elber memastikan selama masa uji coba relokasi para pedagang masih dibebaskan dari biaya penggunaan lahan di terminal. Pedagang hanya dikenakan biaya masuk terminal dan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sementara ini masih tahap penyesuaian dan uji coba gratis. Fokus kami adalah memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib terlebih dahulu,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....