Grand Final Pemuda Pelopor Rembang, 10 Finalis Tampilkan Kontribusi ke Masyarakat

  • 26 Mei 2026 14:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang — Sebanyak 10 finalis menampilkan aksi nyata dan gagasan kepeloporan dalam Grand Final Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang 2026 di Sanggar Budaya Kompleks Museum RA Kartini, Selasa, 26 Mei 2026. Para finalis memaparkan kontribusi mereka di berbagai bidang sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.

Dalam grand final tersebut, sejumlah finalis menampilkan inovasi dan kontribusi di bidang masing-masing. Mulai dari pelestarian lingkungan pesisir, pengolahan limbah rumah tangga, pemberdayaan perempuan, pelatihan digital marketing UMKM, hingga pelestarian seni dan budaya menuju desa wisata berkelanjutan.

Pada bidang lingkungan, finalis yang tampil yakni Ali Imron (27) yang aktif melestarikan lingkungan pesisir Desa Pasar Banggi serta Siti Hajar (20) yang mendayagunakan limbah rumah tangga. Di bidang kewirausahaan, terdapat Ade Kamilia Ulfah (29) pengembang usaha buket bunga dan gift kreatif serta Ziyanatul Muazzarotin Nuzul (25) yang memberdayakan perempuan melalui industri kecantikan.

Sementara, bidang ekonomi digital diwakili Ozy Safitri (30) yang aktif memberi pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, serta Aminudin Fauzi Nur Muhammad (25) dengan inovasi layanan ojek daring dan jasa bantu berbasis digital “SALEWAY”. Pada bidang sosial kemasyarakatan, tampil Habibatun Nafisah (25) yang membentuk generasi Islami di LPI Darul Anwar Al-Hamid.

Di bidang seni dan budaya, finalis diwakili Putri Agustiani (25) yang aktif melestarikan budaya menuju desa wisata berkelanjutan, serta Syahrul Isma Waluyo (24) melalui Komunitas Konco Museum Rembang. Adapun, dewan juri grand final terdiri dari pelaku UMKM Imam Subekti, Dosen Universitas Terbuka Salut Kartini Rembang Dr. Mochammad Faizin, serta Juara II Pemuda Pelopor tingkat nasional tahun 2019.

Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan, ajang Pemuda Pelopor bukan sekadar kompetisi popularitas. Menurutnya, pemuda harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

“Pemuda pelopor tidak hanya tentang ketenaran saja, tetapi mereka benar-benar memiliki andil positif di tengah masyarakat. Semoga kita menghasilkan pemuda-pemuda luar biasa untuk kemajuan dan masa depan Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Wabup yang akrab disapa Gus Hanies itu menilai pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran pemuda dinilai penting dalam mendorong inovasi dan menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan Pemilihan Pemuda Pelopor dapat semakin diperluas jangkauannya pada tahun mendatang. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) diharapkan menggandeng organisasi kepemudaan, termasuk Karang Taruna, agar semakin banyak pemuda terlibat.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan mengatakan para finalis berasal dari sejumlah bidang kepeloporan. Bidang tersebut meliputi kewirausahaan, ekonomi digital, sosial kemasyarakatan, lingkungan, hingga seni dan budaya.

“Kami berharap pemuda pelopor ini bisa membantu pembangunan Kabupaten Rembang melalui bidangnya masing-masing. Setelah kegiatan ini, para finalis harus terus melanjutkan aktivitas kepeloporannya di masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....