Atasi Stunting 17,1 Persen, Nawal Gencarkan Gerakan Makan Ikan
- 25 Mei 2026 21:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Mengatasi angka stunting di Jawa Tengah berada di level 17,1 persen, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menggencarkan kampanye gemar makan ikan di berbagai daerah. Bersama kader PKK se-Jawa Tengah, ia mengajak masyarakat menjadikan konsumsi ikan sebagai kebiasaan keluarga untuk mencegah stunting pada anak.
Ajakan itu disampaikan Nawal saat menghadiri Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pendopo Eclips, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.
Nawal mengatakan, upaya menekan stunting harus menjadi prioritas bersama, mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan masyarakat. Menurut dia, konsumsi ikan yang kaya protein dan omega menjadi salah satu langkah sederhana tetapi berdampak besar bagi tumbuh kembang anak.
“Saya minta stunting ini menjadi hal yang diprioritaskan. Mari kita sama-sama terus bergerak untuk melakukan upaya-upaya penurunan kasus stunting,” tegasnya.
Di tengah melimpahnya hasil perikanan Jawa Tengah, Nawal menilai konsumsi ikan masyarakat masih belum optimal. Saat ini, rata-rata konsumsi ikan warga Jawa Tengah baru sekitar 40 kilogram per kapita per tahun.
Padahal, produksi perikanan tangkap Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 436.592,13 ton, sementara budidaya ikan menembus 537.335,21 ton. Besarnya produksi tersebut dinilai belum sepenuhnya berdampak pada pola konsumsi masyarakat.
Menurut Nawal, ikan memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga membantu menjaga kesehatan tulang dan otot. Kandungan gizi di dalamnya juga dinilai efektif membantu mencegah risiko stunting pada anak.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan serta Bank Indonesia Jawa Tengah menyerahkan bantuan paket Gemarikan kepada kader PKK dan warga. Bantuan itu sekaligus mendorong masyarakat nonpesisir seperti di Tengaran untuk mulai membudidayakan ikan secara mandiri.
Nawal menyebut budidaya ikan rumahan dapat menjadi solusi pemenuhan gizi sekaligus penghematan ekonomi keluarga. Bahkan, hasil budidaya tersebut berpotensi menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.
“Belanjanya lebih irit, karena juga bisa menjadi tambahan income untuk keluarga,” ujarnya.
Ia juga meminta kader PKK menjadi motor penggerak konsumsi ikan di lingkungan masing-masing. Selain membiasakan makan ikan minimal empat kali sepekan, kader diminta kreatif mengolah ikan menjadi menu yang lebih disukai anak-anak, seperti nugget, bakso, abon, hingga siomay.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....