Halo RRI: Marak Kriminalitas di Malam Hari, Mahasiswa Semarang Dorong Patroli Rutin

  • 25 Mei 2026 14:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Maraknya aksi kriminalitas pada malam hingga dini hari di sejumlah wilayah Kota Semarang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang masih beraktivitas pada malam hari. Berbagai aksi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, tawuran, balap liar hingga dugaan pembegalan dinilai semakin mengkhawatirkan.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Alvin, mengaku merasa was-was ketika harus beraktivitas pada malam hari di tengah kondisi keamanan yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Terlebih dirinya merupakan mahasiswa perantau yang datang ke Semarang untuk menempuh pendidikan.

“Kalau kekhawatiran pasti ada, apalagi sekarang lagi marak balap liar dan aksi kriminal malam hari yang viral di media sosial. Saya sebagai pendatang merasa cukup terancam kalau harus beraktivitas sampai larut malam,” ujar Alvin kepada Halo RRI, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Alvin, situasi jalanan yang minim penerangan menambah rasa tidak aman bagi masyarakat. Selain itu, masih ditemui adanya kelompok remaja yang berkumpul hingga dini hari sambil melakukan konvoi kendaraan.

Ia mengaku biasanya memilih membawa teman saat bepergian malam hari sebagai bentuk antisipasi. Bahkan, jika lokasi aktivitas cukup jauh dari tempat tinggalnya, Alvin lebih memilih menginap di rumah teman dan kembali ke kos pada siang atau sore hari.

“Kalau antisipasi paling minimal pergi sama teman. Kalau memang sudah terlalu malam dan jauh, lebih baik menginap dulu di tempat teman baru pulang besoknya saat kondisi sudah ramai,” katanya.

Alvin berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan pekerja malam. “Mungkin patroli bisa lebih diperketat lagi, terutama di jam-jam tertentu pada malam hari supaya masyarakat di Semarang bisa merasa lebih aman saat beraktivitas,” ucapnya.

Selain itu, Alvin mengaku belum mengetahui secara pasti kanal pengaduan darurat yang dapat dihubungi ketika terjadi tindak kriminalitas. Ia mengaku selama ini lebih banyak memperoleh informasi terkait kejadian kriminal dari media sosial.

Keluhan dan masukan ini akan disampaikan Halo RRI kepada pihak berwenang. Dengan demikian, kondisi Kota Semarang, khususnya di malam hari diharapkan akan semakin aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....