Komnas PA Babel Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pengawasan Gagdet Anak

  • 25 Mei 2026 11:41 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Komnas Perlindungan Anak Bangka Belitung mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

Ketua Komnas PA Babel, Imelda Handayani mengatakan anak-anak saat ini tidak dapat dilepaskan dari penggunaan gadget dan media sosial. Menurutnya, penggunaan gadget tanpa pengawasan menjadi salah satu faktor penyumbang kasus terhadap anak, mulai dari perundungan, pornografi hingga kekerasan seksual.

“Ketika anak memang sedang di dunia digitalisasi yang tidak bisa lepas dari gadget, cara yang harus kita lakukan adalah kewaspadaan orang tua supaya ikut mendampingi dan mengawasi,” kata Imelda saat kegiatan parenting di SMPN 5 Manggar dengan tema 'Membangun Batasan Sehat Menghindar Dampak Negatif Gadget pada Anak', Senin, 25 Mei 2026.

Namun demikian, Imelda menilai orang tua tidak bisa sepenuhnya melarang anak menggunakan gadget, mengingat teknologi digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar. Karena itu, orang tua diminta mampu mengarahkan anak memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga.

"Orang tua juga perlu menjadi tempat anak bercerita ketika menghadapi masalah, baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulan, tanpa langsung menghakimi anak," katanya.

Selain itu, Imelda juga menyoroti tren di mana orang tua memberikan gawai supaya anak tenang atau tidak tantrum ketika orang tua sibuk. Menurutnya, metode melepas anak mengeksplorasi gawai sendirian adalah awal dampak negatif itu muncul yang sering berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti terjadinya masalah keterlambatan bicara anak.

"Dengan pendampingan yang tepat, maka penggunaan gawai pada anak diharapkan tetap menjadi alat bantu edukasi tanpa mengorbankan kemampuan komunikasi sosial anak," ujarnya.

Sementara itu, salah orang tua murid Deris Maria Ulfa yang mengikuti sosialisasi mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi dirinya dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak.

Ia mengaku selama ini masih kurang maksimal dalam melakukan pengawasan karena kesibukan sehari-hari. Bahkan menurutnya, anak-anak saat ini lebih memahami penggunaan teknologi dibanding orang tua.

“Yang jadi permasalahan di rumah, anak-anak ini memang zamannya pegang handphone. Kita sebagai orang tua bingung, walaupun sudah kasih batasan dan jadwal, mereka lebih pintar mencari di mana orang tua menyimpan handphone,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi tersebut menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih peduli terhadap perkembangan dan aktivitas anak di dunia digital.

“Ini menambah wawasan dan pembelajaran untuk kami selaku orang tua. Saya juga tersadarkan karena selama ini sibuk dan saya tidak menepis kalau pengawasan saya terhadap anak masih kurang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....