Buka Sosialisasi Beasiswa S2 ke Tiongkok, Gubernur Sultra Dorong SDM Unggul

  • 23 Mei 2026 17:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka membuka secara resmi Sosialisasi Program Beasiswa S2 LPDP-GEM-Central South University (CSU) Tiongkok di Aula Kantor Wilayah DJPb Sulawesi Tenggara, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam arahannya, Gubernur mengutarakan bahwa program pendidikan dan beasiswa tidak boleh lagi berjalan tanpa arah dan tanpa pemetaan kebutuhan daerah yang jelas.

Pemerintah ingin memastikan setiap sumber daya manusia yang memperoleh kesempatan pendidikan dapat kembali dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 300 penerima beasiswa asal Sulawesi Tenggara yang pernah menempuh pendidikan melalui berbagai program.

Namun, kompetensi dan keberadaan para alumni tersebut dinilai belum terdata serta belum terpetakan secara optimal oleh instansi terkait.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penataan sumber daya manusia yang berbasis data agar lulusan penerima beasiswa tidak kehilangan arah pengabdian setelah menyelesaikan studi.

“Saya datang ke sini karena saya ingin tahu apa programnya dan apa hasilnya ke depan. Jangan sampai pendidikan hanya sekadar menjalankan program, tetapi tidak mencapai sasaran dan tujuan,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan melakukan penataan dan pendataan ulang terhadap SDM penerima beasiswa.

Upaya ini dilakukan agar kemampuan akademis yang dimiliki mereka dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat di lapangan.

“Kita ingin mengakhiri ketidakpastian itu. Orang-orang yang mempunyai kemampuan harus ditempatkan sesuai bidangnya,” ujarnya.

Menurut Gubernur, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan kekayaan sumber daya alam di dalam bumi semata.

Sektor riil harus tetap ditopang oleh kesiapan sumber daya manusia yang unggul, terdidik, dan memiliki kemampuan bersaing yang kuat.

“Sumber daya manusia itu yang paling utama ketimbang sumber daya alam. Apa artinya sumber daya alam kalau tidak mampu kita kelola,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi tinggi agar mampu menjadi agen perubahan di Sulawesi Tenggara.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas SDM, Pemprov Sultra mulai menyiapkan pola pembinaan secara berjenjang melalui sekolah unggulan tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Pola tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan program beasiswa lanjutan ke luar daerah maupun ke luar negeri secara berkesinambungan.

Pemerintah mendorong agar para penerima beasiswa kembali dan mengabdi di Sulawesi Tenggara untuk menjadi bagian dari penguatan birokrasi dan pelayanan publik.

Selain itu, Pemprov Sultra akan menerapkan prinsip meritokrasi dalam pengembangan karier ASN dengan memberikan kesempatan kepada aparatur berprestasi sesuai keahliannya.

“Masa depan Sulawesi Tenggara ada pada generasi muda yang siap bersaing dan siap bekerja. Pemerintah harus hadir menyiapkan ruang dan kesempatannya,” tegas Gubernur.

Ia berharap generasi muda Sulawesi Tenggara dapat memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas diri masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....