Patroli QR Janji Jaga Jadi Andalan Polresta Bandar Lampung Tekan Kriminalitas
- 23 Mei 2026 14:40 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung: Polresta Bandar Lampung menghadirkan inovasi digital bertajuk Patroli QR Janji Jaga sebagai upaya meningkatkan efektivitas patroli dan pengawasan keamanan di wilayah Kota Bandar Lampung.
Program tersebut diklaim mampu mengubah pola patroli konvensional menjadi sistem patroli berbasis data atau data-driven policing yang lebih presisi, terukur, dan transparan.
Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, mengatakan inovasi itu lahir sebagai respons atas pelaksanaan patroli konvensional yang dinilai belum efektif dan efisien.
“Selama ini patroli di lapangan cenderung belum terarah dan belum sepenuhnya berbasis hasil analisa gangguan kamtibmas atau anatomy of crime. Karena itu Polresta Bandar Lampung menghadirkan Patroli QR Janji Jaga sebagai bentuk transformasi menuju kepolisian berbasis data,” kata AKP Agustina Nilawati, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya berfungsi untuk memastikan kehadiran personel di lapangan, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan pimpinan secara real-time.
“Melalui sistem ini, seluruh kegiatan patroli dapat dipantau langsung secara digital dan akuntabel sehingga pelaksanaan patroli benar-benar presisi dan berdampak nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Patroli QR Janji Jaga mengintegrasikan teknologi GPS geofencing dan pemindaian QR Code di titik-titik rawan kriminalitas.
Dengan sistem itu, kehadiran personel tidak lagi hanya tercatat secara manual, tetapi tervalidasi langsung berdasarkan lokasi patroli.
AKP Agustina menjelaskan, pusat komando juga dapat memetakan titik rawan kriminalitas serta mengatur waktu patroli secara dinamis berdasarkan situasi kamtibmas.
“Data patroli tersambung langsung ke dashboard pengendalian sehingga pimpinan dapat memonitor statistik patroli, aktivitas personel, hingga perkembangan situasi keamanan secara cepat dan transparan,” jelasnya.
Tak hanya melibatkan internal kepolisian, sistem tersebut juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui fitur survei kepuasan dan layanan pengaduan digital bertajuk ‘Lapor Pak’.
“Masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap kinerja petugas secara langsung serta menyampaikan pengaduan secara anonim melalui fitur yang tersedia,” ungkapnya.
Selain itu, sistem juga digunakan sebagai alat evaluasi internal untuk mengukur kualitas patroli personel di lapangan.
“Personel yang aktif berinteraksi dengan masyarakat akan terlihat melalui sistem, begitu juga patroli yang hanya formalitas tanpa interaksi akan terdeteksi sehingga dapat segera dilakukan pembinaan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....