Jerman dan Hongkong Lirik Investasi Lingkungan di Tanjung Jabung Barat

  • 22 Mei 2026 22:50 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berpotensi besar menarik investasi internasional di sektor lingkungan hidup. Investor asal Jerman dan Hongkong melirik peluang kerja sama pengelolaan sampah terpadu serta penataan kawasan mangrove di wilayah pesisir Jambi tersebut.

Rencana investasi strategis ini dibawa oleh Dewan Ekonomi Kreatif Milenial Indonesia (DEKRAFMI) DPD Provinsi Jambi saat menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Tanjabbar pada Jumat, 22 Mei 2026. Lewat metode diaspora, organisasi pemuda ini mencoba menjembatani modal asing untuk membangun daerah.

Mewakili Bupati, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tanjabbar, Yan Ery, menyatakan dukungannya terhadap rencana masuknya para investor asing ini. Pemkab melihat hal tersebut sebagai peluang emas untuk mempercepat pembangunan daerah tanpa mengesampingkan kelestarian alam.

“Kami menyambut positif berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang ditawarkan. Harapannya, program ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor lingkungan dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yan Ery optimis.

Ketua DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Jondriadi Johan, menjelaskan bahwa proyek yang ditawarkan ke pihak asing ini sengaja didesain secara terintegrasi. Artinya, suntikan dana dari investor luar negeri nantinya tidak hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga membangun infrastruktur hilir yang memutar roda ekonomi warga lokal.

“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Jondriadi. Agar rencana ini berjalan mulus, ia berharap Pemkab Tanjabbar memberikan restu agar program bisa segera dipresentasikan di tingkat pusat.

Gayung bersambut, dinas-dinas teknis Pemkab Tanjabbar langsung menyatakan kesiapannya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebut penataan mangrove sudah dikunci dalam RPJMD, sementara Bapperida menegaskan daerah telah memiliki Komite Kelautan Masyarakat Daerah (KKMD) yang siap menyinergikan regulasi dengan para investor.

Pertemuan penting yang membuka peluang investasi hijau ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus pusat DEKRAFMI, Dinas Parpora, Dinas Koperindag, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas PUPR, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....