Pemkab Tanjab Barat dan DEKRAFMI Bahas Pengembangan Mangrove dan Pengelolaan Sam
- 23 Mei 2026 20:49 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, JAMBI - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menerima audiensi Dewan Ekonomi Kreatif Milenial Indonesia (DEKRAFMI) DPD Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Audiensi tersebut membahas peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui program pengelolaan sampah dan pengembangan kawasan mangrove dengan metode diaspora.
Dalam pertemuan itu juga dibahas potensi kerja sama dengan investor asing, yakni pengelolaan sampah bersama investor asal Jerman serta pengembangan kawasan mangrove yang melibatkan pihak dari Hongkong pada Jumat 22 Mei 2026.
DEKRAFMI sebagai organisasi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan investor guna mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yan Ery, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pembahasan yang dilakukan dapat menjadi langkah awal kerja sama strategis bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Kami menyambut positif berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang ditawarkan. Harapannya, program ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor lingkungan dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yan Ery.
Senada dengan hal tersebut, sejumlah kepala OPD yang hadir juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan program berbasis lingkungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan di daerah.
Sementara itu, Ketua DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Jondriadi Johan, berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat memberikan dukungan dan persetujuan agar usulan program tersebut segera diajukan ke pemerintah pusat.
Menurutnya, program yang dirancang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan mangrove, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung serta sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....