Pasca konflik , Pemprov Ajak Masyarakat Wamena Kembali Beraktivitas

  • 23 Mei 2026 02:50 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengimbau seluruh aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kembali berjalan normal pascakonflik suku yang terjadi di daerah tersebut. Gubernur John Tabo, mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayawijaya secara umum mulai berangsur membaik sehingga masyarakat diharapkan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami minta supaya aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat kembali berjalan normal supaya ekonomi di wilayah Papua Pegunungan terus bertumbuh dengan optimal,” kata John Tabo saat memimpin rapat evaluasi rekonsiliasi konflik suku di Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat (22/5/2026).

Gubernur juga mengimbau para pelaku usaha agar tidak takut mengirim bahan pokok maupun barang kebutuhan lainnya ke Wamena karena kondisi keamanan dinilai sudah semakin kondusif.

“Para pelaku usaha supaya tidak takut untuk mengirim barang kebutuhan bapok dan bahan lainnya ke Wamena, karena situasi kamtibmas di daerah ini sudah pulih,” ujarnya.

Menurutnya, proses rekonsiliasi yang ditengahi pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berjalan baik dan lancar guna mendamaikan kedua kelompok suku yang bertikai di Wamena. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Jayawijaya dan Lanny Jaya bersama tim, serta aparat keamanan yang membantu proses rekonsiliasi atau perdamaian antara kedua belah suku yang bertikai di Wamena,” ungkapnya.

John Tabo menambahkan, pemerintah telah menjadwalkan prosesi adat “patah panah” sebagai simbol penghentian perang suku di Wamena yang akan dilaksanakan pada Sabtu 23 Mei di Mapolres Jayawijaya.

“Saya selaku gubernur menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jayawijaya yang telah mengundang kami untuk rapat mempersiapkan agenda ‘patah panah’ supaya menghentikan perang suku di Wamena. Dan kami pemerintah telah bersepakat proses adat itu akan dilaksanakan di tempat netral yakni Mapolres Jayawijaya, supaya perdamaian itu benar-benar terwujud di Papua Pegunungan khususnya Wamena,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....