Pertanda Perang Usai, Woma Kurima Lepas Tali Panah Hingga Pulang ke Kampung Asal

  • 28 Mei 2026 22:36 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Kelompok masyarakat yang sempat terlibat konflik di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, kini telah kembali ke daerah asal masing-masing yang berada di wilayah Kurima Kabupaten Yahukimo. Kepulangan mereka, ditandai dengan prosesi adat yang mengorbankan 30 ekor babi atau wam, yang dipimpin Kepala Suku Woma Kurima, Hamzal Lantipo, di Honai Adat yang terletak di Map Lima Distrik Woma, pada Selasa 27 Mei.

Kepada awak media, Hamzal Lantipo, mengatakan bahwa kepulangan para masyarakat dari Kurima, sekaligus menandai perang telah berakhir setelah adanya kesepakatan damai yang di mediasi pemerintah daerah setempat dan pihak kepolisiaan pada 23 Mei 2026 di halaman Mapoleres Jayawijaya.

“Kami sudah kasih pulang semua warga baik itu Kurima depan dan belakang, dan sebelum mereka pulang kami bunuh babi biar dalam perjalanan mereka aman dan damai dan ini tandanya perang sudah selesai,” kata Hamzal Lamntipo, di Map Lima, Rabu (28/5/2026).

Lanjut Hamzal, Ia meminta pasca kesepakatan damai di Mapolres, selanjutnya akan ada rekonsiliasi susulan, yang mempertemukan ke dua kelompok yang bertikai, untuk bertemu dan saling memafkan satu sama lain. Oleh karenanya, pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat menginisiasi hal tersebut dalam waktu dekat.

“Kami ke dua belah pihak ini mesti harus berjabat tangan, karena pada waktu di Kepolisiaan kami belum sempat untuk berjabat tangan,” harapnya.

Ditempat yang sama salah tokoh intelektual muda Woma Kurima, Okto Hesegem, menjelaskan bahwa proses adat yang dilakukan dengan mengorbankan puluhan ekor wam, merupakan bagian dari penyelesaian masalah yang di tandai dengan pelepasan tali panah.

“Kemarin secara budaya orang tua sudah kumpul seluruh masssa yang terlibat dalam pertikaian ini, sama-sama telah kita saksikan secara adat sudah lepas tali panah dan secara budaya sudah makan bersama dengan bakar batu dan itu tandanya perang telah berakhir,” jelasnya.

Diharapkan dengan pelepasan tali panah dan kepulangan masyarakat Kurima ke daerah asalanya, aktifitas di kota Wamena khususnya pada wilayah yang terdampak konflik seperti di Woma dan sekitarnya, dapat berjalan normal kembali tanpa perlu adanya ke khawatiran.

“Kalau perang terjadi lagi itu bukan tanggung jawab kami karna kami sudah damai dan saya bisa pastikan itu diluar dari persolan ini,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....