Hadapi Kemarau, PDAM Sleman Jamin Pasokan Air Bersih Aman

  • 22 Mei 2026 10:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman bagian Barat, sangat rentan kekurangan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Selain di Kapanewon Godean, juga di Kapanewon Moyudan serta Kapanewon Seyegan.

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Bernadus Edy Nugroho memetakan kondisi kekurangan air bersih di Sleman Barat, berdasarkan sejumlah faktor. Yaitu jarak dari sumber air, elevasi wilayah, serta kepadatan pelanggan.

”Namun kami berupaya maksimal untuk memastikan, kecukupan air bersih bagi pelanggan selama kemarau,” ucapnya melalui pernyataan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026. ”Sebagian jaringan distribusi air bersih di wilayah itu pun masih berkembang.”

Selain di tiga wilayah tersebut, PDAM Tirta Sembada juga mengantisipasi lonjakan konsumsi dan tekanan jaringan saat jam puncak. Terutama di kawasan padat penduduk seperti di Kapanewon Depok dan Kapanewon Ngaglik.

Termasuk di wilayah berelevasi lebih tinggi, seperti di Sleman Utara, yang tentu saja membutuhkan tekanan lebih besar untuk distribusi air bersih ke pelanggan. Misalkan Kapanewon Pakem, Kapanewon Cangkringan, dan Kapanewon Turi.

Saat ini menurut Edy Nugroho, kondisi sumur dalam PDAM Tirta Sembada masih memiliki cadangan air tanah relatif baik. Karena letaknya di lereng Gunung Merapi, dengan akuifer atau kandungan air vulkanik cukup produktif.

Namun di satu sisi, PDAM juga menaruh perhatian pada beberapa persoalan hasil pemetaan lapangan. Yaitu penurunan muka air tanah di kawasan urban, peningkatan kompetisi dengan sumur bor swasta, dan penurunaan debit saat puncak kemarau.

”Solusinya, kami tetap menyiagakan armada distribusi air, untuk layanan kebutuhan di musim kemarau,” katanya. ”Prioritasnya adalah daerah yang bertekanan rendah, ujung jaringan, fasilitas umum, dan wilayah padat penduduk.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....