Pangdam XIII/Merdeka: Petani Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

  • 22 Mei 2026 06:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mirza Agus menegaskan ketekunan dan kerja keras para petani menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
  • Pangdam menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program pertanian, tidak hanya berhenti pada tahap pembukaan lahan. Tetapi juga melalui pendampingan mulai dari pengairan, pemeliharaan hingga pemasaran hasil panen.
  • Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga berhubungan erat dengan ketahanan negara secara menyeluruh.

RRI.CO.ID, Manado - Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mirza Agus menegaskan ketekunan dan kerja keras para petani menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Mirza Agus saat menghadiri penanaman padi di lahan hasil cetak sawah baru di Pohuwato, Gorontalo, Kamis 21 Mei 2026.

“Kerja keras petani juga menjadi fondasi mewujudkan kemandirian pangan daerah maupun nasional,” kata Pangdam. Kegiatan penanaman padi di lahan cetak sawah baru tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui perluasan areal tanam dan optimalisasi lahan pertanian.

Menurut Pangdam, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga berhubungan erat dengan ketahanan negara secara menyeluruh. “Ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertanian semata, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan negara,” ujarnya.

Ia menilai bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Karena itu, Kodam XIII/Merdeka terus berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah di sektor pertanian.

Mayjen TNI Mirza Agus juga meyakini lahan yang mulai ditanami tersebut dapat menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. “Ketika dikelola baik, pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat, serta semangat gotong royong, hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pangdam menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program pertanian, tidak hanya berhenti pada tahap pembukaan lahan. Tetapi juga melalui pendampingan mulai dari pengairan, pemeliharaan hingga pemasaran hasil panen.

Ia optimistis program pencetakan sawah baru juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung pertanian. “Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.

Kegiatan penanaman padi ini dihadiri Gusnar Ismail, Hardo Sihotang, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Forkopimda, para kepala dinas provinsi dan kabupaten, serta masyarakat Desa Manawa dan sekitarnya. Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail telah mencanangkan groundbreaking konstruksi cetak sawah baru di Kabupaten Pohuwato dengan luas mencapai 5.642 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....