Pemkab OKI Gelar Pangan Murah Stabilkan Harga jelang Iduladha
- 25 Mei 2026 07:51 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemkab OKI menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Idul Adha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.
- Program tersebut melibatkan Bulog, BUMD, pelaku usaha, petani, dan pedagang sebagai bentuk kolaborasi pengendalian pangan daerah.
- Sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar guna menjaga daya beli masyarakat dan menekan kenaikan harga pangan.
RRI.CO.ID, OKI - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI, Kamis 21 Mei 2026. Pemerintah daerah berupaya membangun pola kolaborasi lintas sektor demi menjaga kestabilan pangan di daerah.
Program Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi agenda pasar murah musiman, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengantisipasi gejolak harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah OKI, Alamsyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten OKI dengan Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan–Bangka Belitung, Perusahaan Daerah Bende Seguguk, serta melibatkan pelaku usaha mikro, petani, dan pedagang pasar.
Menurut Alamsyah, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengendalian pangan yang tidak hanya bergantung pada pemerintah semata. Sinergi antarlembaga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah, BUMN, BUMD, sektor swasta, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, baik di Kabupaten OKI maupun wilayah Sumatera Selatan secara umum.
“Momentum menjelang Idul Adha selalu diikuti kenaikan permintaan sejumlah komoditas strategis. Karena itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah dipandang perlu agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Alamsyah.
Sementara itu, Kepala Dinas KPTPH Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada penyediaan dan penyaluran bahan pangan pokok maupun komoditas lainnya sesuai kebutuhan masyarakat di daerah.
“Kita melaksanakan kegiatan Pangan Murah ini untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menahan laju kenaikan harga menjelang perayaan Idul Adha,” tutur Sahrul.
Dalam kegiatan itu, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras dipasarkan seharga Rp50 ribu per karung, minyak goreng Minyakita Rp11 ribu per liter, telur ayam Rp22 ribu per kilogram, cabai merah Rp45 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp25 ribu per kilogram.
Pemerintah Kabupaten OKI menilai skema penjualan dengan harga lebih rendah tersebut menjadi instrumen penting untuk memperpendek jarak antara pasokan dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok.
Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....