Ribuan Pengantin di Tuban Manfaatkan Progam Pelangi Biru
- 21 Mei 2026 18:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Program "Pelangi Biru" (Pelayanan Integrasi Bersama KUA dan Capil), sebuah terobosan administrasi terpadu di Kabupaten Tuban, mencatatkan capaian yang signifikan. Sejak diresmikan pada Juli 2025 lalu, program hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tuban ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1.000 pasangan pengantin hingga Mei 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum,mengatakan jika melalui mekanisme pelayanan tersebut, para mempelai memperoleh kemudahan untuk langsung menerima Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kartu identitas tersebut juga otomatis berstatus kependudukan mutakhir pasca-prosesi akad nikah, secara cepat dan tanpa dipungut biaya.
“Program Pelangi Biru ini memberikan kemaslahatan yang sangat luas, sudah seribu lebih pelayanan telah diakses oleh para pengantin. Pemutakhiran status pada dokumen kependudukan ini memiliki dampak yang signifikan, dan yang paling utama, penerbitan KTP serta KK ini difasilitasi secara gratis,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.
Umi menegaskan, bahwa inovasi berbasis digital ini merupakan implementasi dari program prioritas Kemenag dalam mentransformasi kualitas pelayanan publik. Meski demikian, ia mengimbau jajarannya untuk senantiasa melakukan evaluasi komprehensif demi mengoptimalkan efektivitas program di tengah masyarakat.
“Aspek kemanfaatan ini harus terus kita akselerasi. Melalui forum hari ini, kita mengidentifikasi berbagai kendala teknis untuk kemudian dirumuskan solusinya bersama tim formulasi Pelangi Biru. Sinergi ini menjadi ruang belajar bersama untuk meminimalkan kekurangan yang ada,” tambahnya.
Di sisi lain, keberhasilan implementasi program ini juga memicu lahirnya standarisasi mutu yang lebih kompetitif. Disdukcapil Tuban berencana menyelenggarakan kompetisi pelayanan Pelangi Biru di tingkat kabupaten, di mana pemenang utama akan didelegasikan untuk mewakili Kabupaten Tuban di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP) Disdukcapil Tuban, Prapti Mangajoeningtyas, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat. Integrasi sistem digital antara KUA dan Disdukcapil dinilai berhasil memangkas birokrasi dan menjadi lebih dinamis.
“Kami mengawali program ini dari tahap awal, dan respons publik sangat antusias. Orientasi utama kami adalah mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, responsif, dan terintegrasi," ujar Prapti. Kendati demikian, ia tidak menepis adanya beberapa hambatan teknis, khususnya pada proses pencetakan KTP, yang kini sedang diupayakan solusinya melalui forum diskusi tersebut.
Apresiasi senada turut dikemukakan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari. Ia mengaku kagum atas akselerasi program yang dinilai progresif dalam kurun waktu yang relatif singkat.
"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Dukcapil atas capaian yang luar biasa ini. Belum genap satu tahun berjalan, output program sudah terlihat secara nyata," ucap Mashari
Ia juga sembari menekankan urgensi penerapan empat pilar manajemen program, yakni perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi, serta perumusan rekomendasi. Sebagai bentuk apresiasi capaian parameter pelayanan Pelangi Biru tertinggi, KUA Kecamatan Bancar sukses mengamankan peringkat pertama, disusul oleh KUA Kecamatan Plumpang pada posisi kedua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....