Kementan Jalankan Program Hilirisasi Kelapa di Pulau Enggano, Target 1.500 Hektar

  • 20 Mei 2026 11:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan program pengembangan kawasan kelapa di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional. Pada tahun 2026, program tersebut difokuskan di Kabupaten Bengkulu Utara, tepatnya di Pulau Enggano dengan target pengembangan mencapai 1.500 hektare.

Subkoordinator Perbenihan Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Khairiah, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan dan verifikasi berkas CPCL atau calon petani dan calon lokasi. Dinas TPHP berperan melakukan pendampingan serta monitoring terhadap pelaksanaan program di lapangan.

“Untuk kegiatan program pengembangan kawasan kelapa di Provinsi Bengkulu ini lagi dalam proses tahap pengumpulan berkas CPCL, calon petani dan calon lokasi. Dari dinas nanti melakukan pendampingan untuk verifikasi CPCL-nya sampai tahap salurannya juga,” ujar Khairiah, Rabu 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, program pengembangan kelapa tahun ini hanya dialokasikan untuk Kabupaten Bengkulu Utara karena keterbatasan ketersediaan benih. Sementara Kabupaten Bengkulu Selatan yang sebelumnya direncanakan mendapat alokasi 100 hektare harus ditunda hingga tahun 2027.

“Karena ketersediaan benihnya terbatas, jadi hanya Bengkulu Utara. Untuk Bengkulu Selatan di-pending dulu dan dialokasikan di tahun 2027,” katanya.

Khairiah menuturkan, sumber benih berasal dari pohon induk kelapa yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT) di Pulau Enggano. Adapun jenis benihnya merupakan kelapa dalam unggul lokal yang tersedia dan dikembangkan di Pulau Enggano.

Lebih lanjut, seluruh pembiayaan program berasal dari Kementerian Pertanian, sementara Dinas TPHP Provinsi Bengkulu bertugas melakukan pendampingan mulai dari proses verifikasi CPCL hingga tahap penyaluran bantuan kepada kelompok petani. Proses verifikasi CPCL masih berlangsung dengan sekitar 300 hektare lahan yang dokumennya belum lengkap dari total target 1.500 hektare.

Penyaluran bantuan diperkirakan dilakukan pada November hingga Desember 2026 setelah proses kontrak dimulai sejak Mei. Khairiah berharap program pengembangan kelapa tersebut dapat menjadi langkah awal memperkuat hilirisasi industri kelapa di Bengkulu. Ke depan, program serupa diharapkan juga dapat menjangkau daerah lain seperti Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....