Unib Jadi Sekretariat Bersama Konsorsium PTN-PTS Berdampak
- 09 Jul 2026 12:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu (Unib) ditunjuk sebagai tuan rumah sekaligus Sekretariat Bersama (Sekber) Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Berdampak Provinsi Bengkulu. Penunjukan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarkampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan tinggi.
Keputusan tersebut disepakati dalam rapat pimpinan perguruan tinggi yang difasilitasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II di Gedung Layanan Terpadu Unib, Selasa, 7 Juli 2026. Pertemuan itu dihadiri Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, bersama pimpinan Universitas Bengkulu, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, serta 14 perguruan tinggi swasta di Bengkulu.
Forum ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi yang digelar di Bandar Lampung pada 23 Juni 2026. Melalui pertemuan tersebut, seluruh peserta menyamakan arah kebijakan sekaligus menyusun strategi pembentukan Konsorsium PTN-PTS Berdampak sebagai implementasi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, menyambut baik terbentuknya konsorsium tersebut sebagai wadah mempererat kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi. Menurutnya, kolaborasi akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak dengan keahlian yang saling melengkapi. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu bergerak bersama untuk menghasilkan riset, inovasi, dan program pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan daerah.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, mengatakan pembentukan konsorsium merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mendorong kampus agar semakin berperan dalam pembangunan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi. Selain itu, kolaborasi yang terstruktur diyakini mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai gambaran, Prof. Iskhaq mencontohkan keberhasilan konsorsium perguruan tinggi di wilayah LLDikti XV Kupang yang melibatkan sejumlah kampus besar di Indonesia. Melalui model tersebut, berbagai program bersama berhasil dijalankan, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, Bengkulu memiliki potensi besar di sektor pertanian, kelautan, energi, kesehatan, dan lingkungan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi riset. Karena itu, konsorsium diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Konsorsium PTN-PTS Berdampak akan berfokus pada lima pilar utama, yaitu Research Excellence, Human Capital Development, Innovation and Commercialization, Sustainable Food Ecosystem, serta Policy and Partnership. Kelima bidang tersebut akan menjadi landasan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih produktif, inovatif, dan berdampak.
Sejumlah program prioritas juga telah disiapkan untuk dilaksanakan secara bersama oleh seluruh anggota konsorsium. Program tersebut meliputi riset kolaboratif, pendampingan desa, penguatan UMKM, hilirisasi hasil penelitian, hingga pelaksanaan KKN Tematik yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Dalam sesi diskusi, para pimpinan perguruan tinggi turut mengajukan berbagai bentuk kerja sama yang dinilai dapat segera diwujudkan. Usulan tersebut mencakup penelitian lintas kampus, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, pemanfaatan fasilitas laboratorium, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Sebagai hasil akhir pertemuan, Universitas Bengkulu resmi ditetapkan sebagai Sekretariat Bersama Konsorsium PTN-PTS Berdampak Provinsi Bengkulu. Sekretariat ini akan menjadi pusat koordinasi pelaksanaan seluruh program kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....