Unusa dan Institut Jepang Bahas Transformasi Digital bagi Pendidikan Tinggi

  • 19 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjajaki kerja sama internasional dengan Kyoto Computer Gakuin (KCGI) Jepang dalam pengembangan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk transformasi pendidikan tinggi. Penjajakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unusa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-17 tentang kemitraan global.

Rencana kolaborasi itu mengemuka saat Prof. Ananda Nepal memberikan kuliah tamu bertema "AI Architecture in Higher Education" di Auditorium Unusa lantai 9, Surabaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perkembangan teknologi AI yang mulai mengubah sistem pendidikan tinggi di berbagai negara.

Prof. Ananda Nepal, Selasa 19 Mei 2026 menyampaikan salah satu konsep yang berkembang saat ini adalah pengakuan kredit akademik melalui pembelajaran mandiri berbasis sertifikat digital atau independent study. Menurutnya, mahasiswa dapat memperoleh kompetensi dari berbagai platform pembelajaran global maupun pelatihan industri profesional.

“Sertifikat digital tersebut nantinya dapat diverifikasi menggunakan sistem berbasis AI untuk memastikan keaslian dokumen, kesesuaian materi, serta relevansinya dengan capaian pembelajaran di perguruan tinggi. Setelah diverifikasi AI, fakultas dan dosen tetap melakukan peninjauan akademik sebelum kredit atau SKS diberikan kepada mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi pendidikan tinggi berbasis AI akan mengubah peran perguruan tinggi menjadi lebih terbuka terhadap berbagai sumber pembelajaran. Menurutnya, universitas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat mahasiswa memperoleh kompetensi akademik.

“Universitas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat mahasiswa mendapatkan kredit akademik, tetapi menjadi lembaga yang mengakui kompetensi dari berbagai sumber pembelajaran. Model seperti ini memungkinkan mahasiswa belajar lebih fleksibel sekaligus tetap mendapatkan pengakuan akademik resmi,” katanya.

Selain membahas pengakuan kredit akademik, Prof. Ananda Nepal juga memaparkan pemanfaatan AI dalam mengubah aktivitas akademik menjadi media publik berbasis digital. Aktivitas seperti kuliah, seminar, praktikum, hingga proyek mahasiswa dapat direkam dan diolah menjadi berbagai bentuk konten edukatif.

Menurutnya, data pembelajaran berupa video, audio, maupun transkrip dapat diproses menggunakan AI untuk menghasilkan ringkasan materi, penerjemahan multibahasa, hingga pengelompokan informasi agar lebih mudah diakses masyarakat. “Hasilnya dapat dipublikasikan dalam bentuk podcast, video edukasi, maupun micro-credentials yang dapat dimanfaatkan lebih luas,” jelasnya.

Wakil Rektor III Unusa Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan KCGI Jepang dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Unusa untuk mendalami bidang AI sekaligus memperkuat kompetensi global di era transformasi digital.

“Kerja sama internasional harus memiliki implementasi nyata yang memberi manfaat langsung bagi sivitas akademika, terutama dalam penguatan kompetensi global dan pengembangan teknologi AI di lingkungan kampus,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....