Surplus, Kebutuhan Hewan Kurban Jateng 593.168 Ekor Tercukupi

  • 19 Mei 2026 10:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kebutuhan hewan kurban di Jawa Tengah mencapai 593.167 ekor dipastikan tercukupi. Sebab, populasi ternak Jateng dalam kondisi surplus mencapai sekitar 6,3 juta ekor.

Data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng merinci, kebutuhan hewan kurban 2026 diperkirakan terdiri atas 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Jumlah tersebut, kebutuhan kurban diperkirakan hanya sekitar 9–10 persen dari total populasi ternak di Jawa Tengah.

“Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Sedangkan untuk kurban sekitar 9–10 persen, atau 593.168 ekor. Jadi jelas terpenuhi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain mencukupi kebutuhan masyarakat, stok hewan ternak di Jawa Tengah itu juga disiapkan untuk mendukung bantuan hewan kurban dari Presiden. Tahun ini, Presiden dijadwalkan memberikan sapi kurban minimal berbobot satu ton untuk setiap kabupaten/kota serta satu ekor tambahan untuk tingkat provinsi, dengan total mencapai 36 ekor.

Adapun, tren pemotongan hewan kurban di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data 2024–2025, pemotongan sapi meningkat 8,9 persen, kambing naik 22,3 persen, dan domba melonjak 25,7 persen, sementara kerbau justru turun 11,6 persen.

Menjelang Iduladha, Pemprov Jateng juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak guna mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah maupun dari luar provinsi. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Pengecekan lalu lintas hewan dilakukan di sejumlah daerah perbatasan seperti Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Jika ditemukan ternak tidak sehat, petugas akan meminta agar hewan tersebut tidak diperjualbelikan untuk mencegah penularan pada ternak lain.

“Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek,” ungkap Frans.

Hingga saat ini, Distannak Jateng menyebut belum ditemukan kasus serius terkait kesehatan hewan ternak di wilayah Jawa Tengah. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau selektif memilih hewan kurban dengan memastikan kondisi fisik sehat, seperti kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, dan tidak mengeluarkan liur berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....