UMW Gelar Workshop Kurikulum OBE, Tingkatkan Kualitas Lulusan Sanitasi
- 18 Mei 2026 12:26 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Program Studi D-III Sanitasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya (UMW) menggelar Workshop Kurikulum Tahun 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan lingkungan, sanitasi pesisir, dan sektor pertambangan.
Workshop yang berlangsung di Kendari tersebut dihadiri oleh dosen, praktisi, serta sejumlah pemangku kepentingan guna membahas penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian kompetensi mahasiswa agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Ketua Program Studi D-III Sanitasi Universitas Mandala Waluya, La Ode Tasrun, SKM., M.Kes., menegaskan pembaruan kurikulum dilakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja. Menurutnya, lulusan tidak hanya dituntut memiliki ijazah, tetapi juga keahlian spesifik yang relevan dengan kondisi wilayah Sulawesi Tenggara.
“Melalui pembaruan kurikulum ini, kami ingin memastikan lulusan sanitasi memiliki kompetensi nyata dalam menjawab tantangan pengelolaan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan sektor pertambangan yang menjadi karakteristik daerah Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, sejumlah poin penting turut dibahas sebagai bagian dari penguatan kurikulum. Salah satunya adalah penambahan mata kuliah unggulan berbasis wilayah, seperti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk masyarakat pesisir serta Analisis Risiko dan Pemantauan Sanitasi Pertambangan.
Selain itu, program magang mahasiswa juga diperkuat dengan peningkatan bobot praktik lapangan menjadi 20 SKS. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman kerja yang lebih mendalam bagi mahasiswa di berbagai instansi, seperti rumah sakit, puskesmas, industri, maupun lembaga terkait kesehatan lingkungan.
Sistem penilaian mahasiswa dalam kurikulum baru juga dirancang lebih terukur dengan indikator capaian pembelajaran yang jelas. Melalui sistem tersebut, kompetensi lulusan sebagai pelaksana teknis, komunikator, dan inspektor sanitasi dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Pihak universitas berharap penerapan kurikulum berbasis OBE ini mampu menciptakan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus mendukung transformasi kesehatan nasional di bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....