Pemprov Jabar Kaji Tata Ruang Kawasan Batutulis

  • 16 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • kawasan Batutulis yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Sunda seharusnya ditata dengan mempertimbangkan aspek budaya dan lingkungan.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan kajian perubahan tata ruang di kawasan Batutulis dan sekitarnya.

RRI.CO.ID, Bogor - Permasalahan tata ruang di kawasan Batutulis menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai pembangunan di kawasan tersebut tidak selaras dengan nilai sejarah dan kondisi alam yang seharusnya dijaga.

Menurut Dedi, kawasan Batutulis yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Sunda seharusnya ditata dengan mempertimbangkan aspek budaya dan lingkungan. Ia menyoroti keberadaan Prasasti Batutulis serta Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebagai bagian penting warisan sejarah yang perlu dijaga.

Dedi mengatakan berbagai peninggalan budaya di Batutulis perlu didokumentasikan melalui kajian ilmiah yang lebih komprehensif. Dokumentasi tersebut dinilai penting untuk menjelaskan sejarah, proses pembuatan, hingga makna dari setiap benda bersejarah.

Ia menilai masih terdapat keterputusan antara sejarah masa lalu dengan arah pembangunan wilayah saat ini. Kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga pendidikan dinilai belum sepenuhnya mengacu pada karakter sejarah kawasan Batutulis.

“Kita harus membangun dengan memahami sejarah dan kondisi wilayah yang sudah terbentuk sejak masa kerajaan,” ujar Dedi Mulyadi, Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menegaskan pembangunan tidak boleh menghilangkan identitas budaya dan nilai historis suatu daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan kajian perubahan tata ruang di kawasan Batutulis dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur lain tetap memperhatikan aspek sejarah serta kondisi lingkungan.

Dedi berharap hubungan antara sejarah masa lalu dan pembangunan masa depan dapat berjalan selaras. Menurutnya, identitas Batutulis sebagai bagian dari kawasan Pakuan Pajajaran perlu dijaga melalui penataan wilayah yang lebih sesuai dengan nilai sejarahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....