Proyek Rekonstruksi Jalan Parungpanjang-Bunar Tidak Pakai Agregat

  • 11 Jun 2026 08:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Proyek rekonstruksi Jalan Raya Parungpanjang-Bunar oleh Pemprov Jawa Barat menuai sorotan pengamat konstruksi. Beberapa dari mereka menduga pekerjaan jalan provinsi itu tidak menggunakan agregat.

Proyek di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar ini sebelumnya diklaim berbeda dengan proyek sebelumnya. Tidak ditemukan penggunaan material granular (seperti pasir, kerikil, dan batu pecah) yang dicampur dengan bahan pengikat (semen atau aspal) untuk membentuk beton, mortar, atau fondasi jalan.

Material ini berfungsi sebagai bahan pengisi struktural yang memberikan kekuatan, kekakuan, dan stabilitas dimensi pada bangunan atau biasa dikenal dengan sebutan agregat. Saat dikonfirmasi, Pelaksana dari PT Giri Jaya Putra, Luthfi Panji, membantah keras tudingan tersebut. Luthfi mempersilakan publik melakukan cek angsung ke lokasi pekerjaan

"Rekonstruksi ini ikut desain. Ada 3 lapis perkuatan: agregat A, Fc10, dan Fs45. Semua kita gelar sesuai desain. Lebih jelasnya lihat saat pelaksanaan saja," jelas Lutfi, Rabu, 11 Juni 2026.

Proyek rekonstruksi Jalan Parungpanjang Bunar ini berada dibawah Dinas Bina Marga Pemprov Jabar. Nilai kontrak proyek sebesar 60 miliar lebih, sumber dana APBD Pemprov Jabar dengan waktu kerja 240 hari kalender.

Dugaan warga muncul karena trauma proyek jalan Parungpanjang sebelumnya yang kerap rusak meski baru diperbaiki. Untuk diketahui, ruas jalan Parungpanjang - Bunar dikenal sebagai jalur padat truk angkutan tambang.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi belum mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Bina Marga Jabar terkait pengawasan mutu dari pelaksanaan giat proyek tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....