Pola Siklonik Picu Peningkatan Hujan di Kepri

  • 13 Mei 2026 19:03 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan adanya pola angin siklonik di wilayah Laut Cina Selatan, tepatnya di Utara Natuna, mempengaruhi kondisi cuaca di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Fadris, menjelaskan pola siklonik merupakan pola angin yang membentuk pusaran akibat adanya perbedaan tekanan udara.

“Angin bergerak dari wilayah bertekanan udara tinggi menuju wilayah bertekanan rendah. Ketika ada satu wilayah dengan tekanan udara rendah dan di sekitarnya lebih tinggi, maka pergerakan angin akan terpusat membentuk pusaran,” kata Fadris, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, pola siklonik tersebut terdeteksi sejak Senin, 11 Mei 2026 dan diperkirakan masih berlangsung hingga Kamis besok, berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam selaku koordinator BMKG untuk wilayah Kepri. Fadris, mengatakan kondisi tersebut dapat memicu penumpukan massa udara yang meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus maupun awan konvektif lainnya penyebab hujan lebat.

“Wilayah yang berpotensi terdampak hujan berada di sekitar pusat siklonik maupun daerah pinggirannya. Kepulauan Riau termasuk wilayah yang berada di sekitar pusaran tersebut,” ujarnya.

Dampak cuaca ini disebut dapat dirasakan hampir di seluruh wilayah Kepri, tidak hanya di Tanjungpinang dan Bintan. BMKG juga menyampaikan bahwa pola siklonik bukan fenomena musiman, melainkan dapat terjadi secara acak. Namun, berdasarkan data curah hujan normal selama 30 tahun terakhir, intensitas hujan pada Mei Tahun 2026 ini, memang tergolong tinggi.

“Untuk bulan Juni nanti diperkirakan intensitas hujan mulai sedikit menurun,” katanya.

Terkait potensi cuaca ekstrem, BMKG saat ini masih menetapkan status “waspada”, yang merupakan level terendah dalam kategori peringatan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir dasarian kedua Mei atau sekitar tanggal 20 Mei 2026.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir. Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir pesisir atau rob pada 17 Mei mendatang akibat fase bulan baru yang dapat mempengaruhi kenaikan permukaan air laut.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG maupun media sosial BMKG Tanjungpinang,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....