Cegah PMK Jelang Idul Adha, Vaksinasi Ternak di Karanganyar Capai 5 Ribu Ekor

  • 12 Mei 2026 17:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar terus menggenjot capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha. Hingga saat ini, realisasi vaksinasi baru menyentuh angka 5.000 ekor dari total target 12.000 dosis yang dialokasikan oleh Kementerian Pertanian untuk wilayah Karanganyar.

Plt Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengakui adanya kendala keterbatasan personel dan sempat terhentinya kegiatan selama libur lebaran lalu. Ia pun mengimbau para peternak yang ingin ternaknya segera mendapatkan vaksinasi untuk proaktif menghubungi mantri ternak di tiap kecamatan atau langsung berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Vaksin ini penting untuk mencegah PMK karena penyakit ini disebabkan virus yang tidak bisa diobati, bisanya dicegah dengan vaksin seperti halnya penanganan Covid-19,” ujar Feriana Dwi Kurniawati saat dikonfirmasi RRI, Selasa 12 Mei 2026.

Feriana menegaskan stok vaksin saat ini sudah tersedia dan siap disuntikkan kepada hewan ternak yang berada dalam kondisi sehat. Pihaknya berharap masyarakat peternak tidak mengabaikan pentingnya vaksinasi guna menjaga daya tahan tubuh hewan ternak mereka dari ancaman wabah yang pernah melanda beberapa waktu lalu.

“Jangan sampai penyakit mulut dan kuku itu merenggut hewan-hewan ternak kita, jadi kita antisipasi dengan vaksin ini,” ucapnya.

Sementara itu, Medik Veteriner Dispertan PP Karanganyar, Fathurrahman, mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli hewan kurban di pasar maupun lapak pedagang kaki lima. Selain harus dalam kondisi sehat dan lincah, hewan kurban disarankan berjenis kelamin jantan dan sudah memasuki usia dewasa yang ditandai dengan tanggalnya sepasang gigi depan atau poel.

“Paling gampang dilihat dari giginya, disarankan ambil yang sudah poel sepasang sebagai tanda hewan sudah dewasa dan memenuhi syarat syariat,” kata Fathurrahman.

Fathurrahman juga meminta konsumen untuk menanyakan asal-usul hewan ternak kepada pedagang guna memastikan keamanan dari sisi kesehatan. Ia menyarankan masyarakat untuk lebih mengutamakan pembelian hewan ternak lokal Karanganyar yang relatif lebih terpantau kondisi kesehatannya dibandingkan hewan yang didatangkan dari luar daerah tanpa surat keterangan resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....