PSEL Bogor Raya Disiapkan Atasi 1.000 Ton Sampah
- 12 Mei 2026 08:11 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Penandatanganan kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menandai upaya percepatan penanganan persoalan sampah modern di Kota Bogor.
- Pemerintah Kota Bogor berharap kehadiran dua fasilitas pengolahan sampah modern tersebut mampu menjaga kebersihan kota
RRI.CO.ID, Bogor – Penandatanganan kerja sama pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menandai upaya percepatan penanganan persoalan sampah modern di Kota Bogor. Pemerintah pusat dan daerah mulai memperkuat transformasi sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi bergantung pada pembuangan terbuka tanpa pengolahan pada Senin, 11 Mei 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menuntaskan persoalan sampah melalui pengembangan fasilitas PSEL di wilayah Bogor Raya. Hal tersebut disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan Danantara terkait pengembangan proyek pengolahan sampah modern.
Agenda tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jamhur Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, hingga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria. Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menunjukkan penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah dalam menghadapi kondisi kedaruratan sampah di berbagai daerah.
Dedie Rachim menjelaskan proyek Bogor Raya 1 di kawasan Galuga saat ini telah menyelesaikan tahap persiapan dan siap memasuki proses groundbreaking. Sementara itu, pengembangan Bogor Raya 2 direncanakan berada di kawasan Kayumanis untuk memperkuat sistem pengolahan sampah di Kota Bogor.
“Ini langkah berikut dari Pemerintah Kota Bogor untuk menuntaskan permasalahan sampah di wilayah Bogor, khususnya Kota Bogor. Yang pertama sudah siap dilaksanakan groundbreaking di Galuga dan sekarang disiapkan Bogor Raya 2 di Kayumanis,” ujar Dedie Rachim.
Menurutnya, volume sampah di Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari dan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat perkotaan.
“Kalau timbulan sampah di Kota Bogor sekitar 1.000 ton per hari, maka dengan dua tempat ini kita bisa selesaikan dan tuntaskan,” katanya.
Dedie Rachim menambahkan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan PSEL, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga, TPS3R, dan bank sampah. Pemerintah Kota Bogor berharap kehadiran dua fasilitas pengolahan sampah modern tersebut mampu menjaga kebersihan kota sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....