Wakapolda Buka Program Pembinaan dan Pemulihan Profesi

  • 11 Mei 2026 13:41 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Muhajir, membuka kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri (Binluhprof) bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) jajaran Polda Papua yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri, yang berlangsung di Aula Rastra Samara Polda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Senin (11/05/2026).

Dalam laporannya, Kabid Propam Polda Papua menyampaikan bahwa program Binluhprof tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin dan pemberian sanksi, namun juga menjadi sarana pembinaan dan pemulihan bagi anggota yang pernah melakukan pelanggaran agar dapat kembali menjalankan tugas dengan baik.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang introspeksi, perbaikan, dan peningkatan kualitas diri bagi anggota Polri, baik dari aspek moral, mental, maupun kinerja, sehingga setelah menjalani sanksi mereka dapat kembali mengabdi dengan semangat baru,” ujarnya.

Disebutkan pula bahwa kegiatan pembinaan akan dilaksanakan selama tujuh hari dengan jumlah peserta sebanyak 100 personel yang berasal dari satker Mapolda Papua dan satwil jajaran. Materi yang diberikan meliputi pembekalan, diskusi, pelatihan mental dan kepribadian, hingga sesi motivasi dari para narasumber yang kompeten.

Sementara itu, Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Muhajir mengatakan, kegiatan Binluhprof merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota Polri yang memerlukan pembinaan dan pemulihan agar dapat kembali menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Institusi Polri tidak ingin membuang potensi anggotanya, melainkan ingin memperbaiki dan merangkul kembali mereka yang sempat tergelincir dalam pelaksanaan tugas,” kata Wakapolda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program Binluhprof memiliki tujuan untuk membangun kembali mentalitas, integritas, serta semangat pengabdian personel agar mampu menjadi anggota Polri yang disiplin, profesional, dan dicintai masyarakat.

Wakapolda Papua juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan pengalaman pelanggaran sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri serta menjaga nama baik institusi Polri dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kepada seluruh peserta, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk membangun kembali semangat pengabdian kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan pembinaan, Wakapolda Papua melakukan pengguntingan rambut secara simbolis kepada peserta Binluhprof,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....