Pekerja Informal di Kalbar Masih Dominasi Dunia Kerja

  • 10 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - BPS Kalimantan Barat mencatat mayoritas penduduk bekerja masih didominasi sektor informal dengan tingkat pendidikan rendah tahun ini.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Kalbar, jumlah penduduk usia kerja pada Februari 2026 mencapai 4,37 juta orang atau meningkat 64,66 ribu orang dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,04 juta orang masuk kategori angkatan kerja, sedangkan 1,33 juta lainnya tergolong bukan angkatan kerja.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 2,91 juta orang, sementara jumlah pengangguran sebanyak 139,17 ribu orang.

“Dibanding Februari 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 115,84 ribu orang,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Namun, BPS mencatat sebagian besar pekerja di Kalbar masih berada pada sektor informal. Jumlahnya mencapai 1,70 juta orang atau sekitar 58,51 persen dari total penduduk bekerja.

Sementara pekerja formal tercatat sebanyak 1,21 juta orang atau 41,49 persen. Persentase pekerja formal bahkan mengalami penurunan dibandingkan Februari 2025.

Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 45,70 persen.

Kemudian disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 12,45 persen, serta industri pengolahan sebesar 6,68 persen.

Selain dominasi sektor informal, BPS juga menyoroti tingkat pendidikan pekerja di Kalbar yang masih relatif rendah.

Penduduk bekerja masih didominasi lulusan SD ke bawah dengan persentase mencapai 41,65 persen.

Sementara lulusan Diploma I, II, dan III menjadi kelompok paling sedikit terserap di dunia kerja, yakni hanya sebesar 2,35 persen.

Muh Saichudin menyebut kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di Kalimantan Barat ke depan.

Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalbar mengalami peningkatan menjadi 69,65 persen atau naik 2,01 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Kenaikan TPAK menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi di Kalimantan Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....