Revitalisasi Infiltrasi Solusi Air Surabaya

  • 03 Mei 2026 10:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gagasan Revitalisasi Infiltrasi (R-I) dinilai menjadi alternatif pendekatan dalam mengatasi persoalan banjir sekaligus menjaga ketersediaan air di Kota Surabaya.

Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur, Ali Yusa, menyampaikan, kota besar seperti Surabaya saat ini menghadapi tekanan urbanisasi yang berdampak pada meningkatnya risiko banjir, penurunan air tanah, hingga berkurangnya daya dukung lingkungan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur drainase seperti rumah pompa dan saluran air memang menunjukkan keseriusan pemerintah, namun belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan genangan di berbagai titik.

“Semakin banyak infrastruktur pembuangan air dibangun, semakin besar pula ketergantungan kota pada sistem mekanis yang mahal dan rentan,” ujarnya saat memberikan pernyataannya kepada RRI Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menilai, pendekatan pengelolaan air yang terlalu berfokus pada pembuangan perlu diimbangi dengan upaya penyerapan air sejak dari hulu lingkungan permukiman.

“Surabaya tidak cukup hanya menjadi drain city. Surabaya harus bergerak menjadi sponge city, kota yang mampu menyerap, menahan, dan mengelola air hujan sebagai aset strategis,” kata Ali Yusa.

Konsep Revitalisasi Infiltrasi, lanjutnya, menitikberatkan pada upaya menghidupkan kembali kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Langkah ini dinilai dapat mengurangi limpasan air, menekan beban drainase, sekaligus membantu pengisian cadangan air tanah.

Implementasinya dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembangunan sumur resapan, trotoar berpori, kolam retensi, hingga pemanfaatan ruang hijau di kawasan perkotaan.

Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Ali Yusa menambahkan, pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

“Investasi infiltrasi memberi pengembalian yang luas, mulai dari berkurangnya genangan, meningkatnya kualitas lingkungan, hingga stabilitas ketersediaan air,” jelasnya.

Menurutnya, Surabaya perlu menyusun langkah bertahap, termasuk pemetaan titik genangan serta penguatan sistem resapan air di tingkat rumah tangga hingga kawasan.

“Menangkap air berarti menangkap masa depan. Jika dimulai sekarang, Surabaya tidak hanya lebih aman dari banjir, tetapi juga lebih siap sebagai kota maritim masa depan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....