AKSPSI Sulsel Desak PT Vale Bayar Dana Saving Plan Wanaartha

  • 30 Apr 2026 20:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dewan Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan telah menggelar aksi unjuk rasa menyasar PT Vale Indonesia Makassar beberapa waktu yang lalu dengan tuntutan pembayaran dana Saving Plan Wanaartha bagi 405 karyawan PT Vale. Ketua DPD KSPSI Sulawesi Selatan, Basri Abbas, SH., MH., saat dihubungi RRI Makassar Kamis, 30 April 2026 menyampaikan aksi Mayday agenda fokus terkait PT. Vale.

Ia menegaskan aksi ini merupakan bentuk peringatan awal kepada perusahaan agar segera bertanggung jawab menyelesaikan kewajibannya kepada pekerja. Massa menegaskan persoalan ini tidak boleh terus berlarut tanpa kepastian.

"Salah satu isu lokal yang akan kami suarakan pada 1 mei 2026 terkait PT Vale akan kami laporkan ke DPRD Provinsi terkait tuntutan Dana saving Plan Wanaartha yang belum. Dibayarkan sampai saat ini, " Tegas Basri.

Lanjut basri Abbas menambahkan Ratusan , massa aksi membentangkan spanduk besar yang mendesak perusahaan untuk segera mencairkan dana Saving Plan Wanaartha bagi 405 karyawan PT Vale, yang dinilai sebagai hak pekerja yang wajib dipenuhi. Menurutnya, aksi pra kondisi yang dilakukan beberapa waktu lalu ini adalah sinyal awal buruh mulai mengonsolidasikan kekuatan Jika tuntutan tersebut tidak direspons serius, maka KSPSI Sulsel siap menggelar aksi yang lebih besar hari esok.

"Kami meminta hak pekerja PT. Vale untuk dibayarkan, suara ini akan kami sampaikan ke gubernur Sulawesi selatan untuk tidak memberikan izin usaha PT. vale untuk berjalan apabila tuntutan kami tidak terpenuhi, " Pungkas Basri.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa gerakan buruh di Sulawesi Selatan mulai memanas menjelang May Day 2026. Bagi KSPSI Sulsel, peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum perjuangan untuk memastikan hak pekerja benar-benar dipenuhi. Dengan menjadikan PT Vale Indonesia Makassar sebagai titik fokus utama, KSPSI Sulsel ingin memberi pesan tegas bahwa perusahaan harus segera menunjukkan tanggung jawab terhadap hak pekerja. Jika tidak, tekanan massa dipastikan akan meningkat pada puncak peringatan May Day nanti.

“May Day adalah momentum perjuangan buruh. Kalau hak pekerja diabaikan, maka perlawanan buruh akan semakin besar,” tutup Basri Abbas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....