Sumsel Siaga Karhutla, Apel dan OMC Disiapkan Mei
- 29 Apr 2026 20:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau. Langkah itu diikuti persiapan apel siaga serta operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko kebakaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel menyampaikan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Palembang, Rabu, 29 April 2026. Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Sudirman mengatakan apel siaga akan melibatkan seluruh unsur penanganan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2026 hingga Rabu, 7 Mei 2026.
“Sumatera Selatan memasuki musim kemarau pada akhir Mei dengan puncak terjadi pada Agustus,” katanya. “Karena itu, status siaga karhutla segera ditetapkan sebelum apel siaga dilaksanakan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi dini. Selain itu, bantuan helikopter patroli udara dan water bombing tengah diajukan.
Menurut Sudirman, dukungan udara diperlukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran saat musim kemarau. Upaya itu dinilai penting untuk mengurangi risiko meluasnya titik api.
“Sumsel telah mengajukan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter,” katanya. “Langkah ini disiapkan menghadapi ancaman karhutla saat kemarau,” ujarnya.
Saat ini, proses pengajuan masih menunggu penandatanganan Gubernur Herman Deru. BPBD menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penanggulangan karhutla.
BPBD Sumsel juga memperbarui pemetaan wilayah rawan kebakaran pada 2026. Jumlah daerah rawan meningkat dari 12 menjadi 13 wilayah.
Kota Palembang masuk dalam daftar wilayah rawan karena sering terjadi kebakaran di kawasan perbatasan. Sosialisasi pencegahan telah dilakukan kepada pemerintah daerah terdampak.
“Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tuturnya. “Warga perlu segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran,” katanya.
BPBD turut mengimbau perusahaan perkebunan dan kehutanan meningkatkan kesiapsiagaan. Sarana pengendalian kebakaran diminta aktif kembali menjelang musim kemarau.
“Kami meminta perusahaan mengaktifkan regu pemadam kebakaran serta memastikan embung dan kanal berfungsi,” ujarnya. “Ketersediaan sumber air penting saat kemarau,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....