Keluarga jadi Kunci Utama Pendampingan Anak Autisme

  • 28 Apr 2026 22:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Peran keluarga menjadi kunci utama dalam mendampingi anak dengan autisme agar dapat berkembang secara optimal. Hal ini disampaikan koordinator program studi S-2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK, Prof. Dr. Iskandar Abdul Samad S.Pd.,M.App Ling. dalam dialog “Ruang Disabilitas dan Inklusi” RRI Banda Aceh Minggu 26 April 2026, yang mengangkat tema Tumbuh Bersama: Peran Keluarga Dalam Mendampingi Anak Disabilitas.

Menurut Iskandar, autisme bukanlah penyakit, melainkan spektrum gangguan pada sistem saraf yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan komprehensif. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya melalui terapi, tetapi juga melibatkan dukungan medis seperti psikiater, dokter anak, hingga ahli gizi.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini oleh orang tua. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai antara lain keterlambatan bicara, tidak merespons saat dipanggil, kurangnya kontak mata, serta perilaku repetitif seperti berputar-putar. “Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” ujarnya.

Iskandar juga berbagi pengalaman pribadi saat pertama kali mengetahui anaknya terdiagnosis autisme saat berusia sekitar dua tahun. Ia menyebut, proses tersebut tidak mudah, terutama dalam menerima kondisi anak. Namun, dengan pendekatan yang tepat, termasuk terapi dan pendampingan intensif dari keluarga, perkembangan anak dapat terus diupayakan.

Ia menegaskan bahwa orang tua harus terlibat penuh dalam proses pendampingan. “Tidak bisa hanya satu pihak. Ayah dan ibu harus bersama-sama mendampingi, karena anak membutuhkan perhatian sepanjang waktu,” katanya.

Selain itu, komunikasi dengan anak autisme perlu dilakukan secara sederhana dan berulang. Penggunaan kata-kata singkat dan jelas dinilai lebih efektif untuk membantu anak memahami maksud yang disampaikan.

Iskandar berharap masyarakat semakin memahami autisme dan tidak lagi memberikan stigma negatif. Ia menilai, saat ini kesadaran masyarakat mulai meningkat, meski masih diperlukan edukasi berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....