SIG Borong 5 Sertifikat Green Label Platinum, Perkuat Semen Rendah Emisi

  • 27 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat langkah transformasi hijau melalui perolehan lima sertifikat Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Capaian ini menegaskan posisi SIG sebagai pemimpin dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.

Lima fasilitas produksi SIG yang meraih predikat tersebut meliputi Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa Pabrik Pangkep, serta PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memimpin inovasi dalam pengembangan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi. Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya.

"Produk SIG juga membantu pelanggan mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun secara bertanggung jawab,” ujarnya. SIG secara konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnisnya.

Hal ini diwujudkan melalui praktik pertambangan yang baik, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk efisiensi energi, penggunaan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif berbasis ekonomi sirkular, hingga pengembangan energi terbarukan dan distribusi berkelanjutan.

Melalui berbagai upaya tersebut, SIG mampu menghadirkan semen hijau yang inovatif, berkualitas, dan rendah karbon. Produk semen hijau SIG bahkan tercatat memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional (OPC).

Vita menambahkan, SIG mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk lebih bijak dalam memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan. “Semen hijau SIG merupakan solusi konstruksi rendah karbon yang menjadi wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan bumi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....