Tiga Mahasiswa Asing UGM Raih Capaian Gemilang

  • 26 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tiga mahasiswa asing Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang telah diwisuda, menorehkan capaian gemilang selama menempuh studi. Ketiganya yaitu, dua doktor asal Vietnam, Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu, serta satu lulusan magister asal Tanzania, Mathew Mgogo.

Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu menyelesaikan studi doktoral relatif singkat sekitar tiga tahun, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 serta predikat pujian. Keduanya merupakan penerima beasiswa penuh melalui program Faculty of Animal Science International Fellowship Program 2023.

Secara akademik, keduanya juga menunjukkan produktivitas tinggi melalui publikasi di jurnal internasional bereputasi. Disertasi Nguyen Hoang Qui mengkaji daya saing peternak babi skala kecil di Delta Mekong, Vietnam.

Smentara Nguyen Thi Anh Thu meneliti pengaruh manajemen biosekuriti terhadap keberlanjutan ekonomi peternakan babi rakyat di wilayah yang sama. Nguyen mengungkapkan, perjalanan studinya di Fapet UGM tidak lepas dari berbagai tantangan, baik di ruang kuliah, lapangan, maupun laboratorium.

Namun, ketekunan dan tekad kuat menjadi kunci keberhasilan. “Tidak mudah menjalani studi, hanya ketekunan dan tekad yang kuat akhirnya selesai sudah perjuangan kami,” ujarnya, usai menjalani Wisuda Pasca Sarjana, Kamis, 23 April 2026.

Sementara itu, Mathew Mgogo menyelesaikan program magister dalam waktu 1,5 tahun dengan IPK 3,97. Ia meneliti keragaman genetik dan hubungan filogenetik tujuh bangsa kambing perah di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Di luar studinya, Mathew merasakan keseimbangan antara pembelajaran teoretis dan praktis di lapangan. Ia juga merasakan integrasi nilai-nilai budaya dalam kegiatan akademik, yang memperkaya perspektifnya sebagai peneliti.

”Pengalaman hidup dalam keberagaman masyarakat Indonesia memperluas wawasan saya,” ucapnya. ”Khususnya dalam berinteraksi dan bekerja dalam lingkungan multicultural.”

Setelah wisuda, ia segera kembali ke Tanzania untuk melanjutkan pengabdiannya di Kementerian Peternakan dan Perikanan. Ilmu yang diperolehnya, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ternak serta mendukung kebijakan berbasis ilmiah di negaranya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....