Anies Baswedan Bahas Kepemimpinan dan Pendidikan di Umsida
- 24 Apr 2026 22:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo- Kuliah umum Anies Baswedan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dihadiri ribuan peserta dari kalangan mahasiswa hingga pelajar. Antusiasme tampak memenuhi auditorium sejak awal hingga akhir kegiatan.
Dalam paparannya, Anies menyoroti perbedaan kepemimpinan transformatif dan transaksional. Ia menilai kepemimpinan sejati bertumpu pada kepercayaan, bukan sekadar hubungan berbasis imbal balik.
“Pemimpin itu diikuti karena dipercaya. Kalau orang bergerak karena dibayar, itu transaksi. Tapi kalau karena percaya, itu kepemimpinan,” ujar Anies, Jumat 24 April 2026.
Menurut dia, kepemimpinan transformatif mampu bertahan melampaui jabatan formal karena dibangun atas dasar kepercayaan publik. Sebaliknya, kepemimpinan berbasis kekuasaan dinilai mudah memudar ketika posisi tidak lagi dipegang.
Isu kepercayaan menjadi penekanan utama. Anies menyebut kepercayaan lahir dari kombinasi kompetensi, integritas, dan kedekatan, yang dijalankan tanpa kepentingan pribadi.
Pada sektor pendidikan, ia mengkritisi arah pembangunan yang masih berfokus pada aspek fisik. Menurut dia, peningkatan kualitas substansi pendidikan harus menjadi prioritas utama.
“Kalau mau maju, fokus pada substansi. Jangan terjebak pada hal-hal yang artifisial,” katanya.
Ia juga menyinggung perbandingan dengan negara lain, seperti India, yang dinilai memiliki kekuatan pada substansi pendidikan meski fasilitas terbatas. Hal ini, menurut dia, dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia.
Selain itu, Anies menekankan pentingnya narasi dalam membangun kesadaran kolektif. Ia mencontohkan peran Bung Tomo dalam Pertempuran Surabaya 1945 melalui siaran radio yang mampu menggerakkan masyarakat.
Wakil Rektor III Umsida, Nurdyansyah, mengatakan kegiatan berlangsung lancar dengan respons peserta yang tinggi.
“Alhamdulillah pelaksanaannya sangat lancar. Antusiasmenya luar biasa, baik dari mahasiswa maupun tamu undangan dari sekolah-sekolah di Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menambahkan, kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan tokoh inspiratif guna memperluas wawasan mahasiswa serta mendorong pola pikir kritis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....