Banjir Talang Kelapa, Warga Soroti Gorong-gorong Amblas

  • 24 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Talang Kelapa dan sekitarnya, Kamis, 23 April 2026. Warga menilai banjir diperparah lambatnya penanganan gorong-gorong di Jalan Lintas Timur Km 13 yang amblas.

Genangan air merendam sejumlah kawasan, terutama di Kelurahan Sukajadi Timur dan Tanah Mas. Kondisi ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya

Salah seorang warga RT 37 Kelurahan Sukajadi Timur, Edi, mengatakan, banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa di beberapa titik permukiman.

"Air naik cepat karena saluran di Km 13 belum diperbaiki, jadi aliran tidak lancar," ujar Erni, di Talang Kelapa, Kamis, 23 April 2026. Ia menambahkan genangan juga meluas hingga ke ruas jalan utama.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu dan akses transportasi terhambat. Sejumlah kendaraan kesulitan melintas karena jalan tergenang air.

Warga pun berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Peralatan elektronik dan kebutuhan rumah tangga dipindahkan untuk menghindari kerusakan.

Selain faktor cuaca, warga menilai ada persoalan lain yang turut memperparah banjir. Saluran air yang tersumbat dan kondisi drainase yang tidak optimal disebut menjadi penyebab utama.

Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, menyebut kondisi ini tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam. Ia menilai ada unsur kelalaian dalam pengelolaan lingkungan dan tata ruang.

"Banyak aliran sungai tertutup dan pembangunan tidak terkendali, ini memperparah banjir," kata Sepriadi. Ia juga menyoroti minimnya upaya normalisasi sungai oleh pihak terkait.

Selain itu, pembangunan di kawasan rawa dinilai mengurangi daya tampung air. Hal ini menyebabkan air lebih mudah meluap ke permukiman warga.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Perbaikan gorong-gorong dan normalisasi saluran air dinilai mendesak untuk mencegah banjir berulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....