Demi Siswa, Guru MIN Maros Susuri Pelosok hingga Kandang Sapi
- 22 Apr 2026 19:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pendidikan bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan tentang kepedulian yang mampu menyentuh sisi terdalam kemanusiaan. Nilai inilah yang nyata diperlihatkan oleh Guru MIN Maros saat memperjuangkan masa depan salah satu siswanya, H, murid kelas 6 yang nyaris kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
H dikenal sebagai anak tangguh yang hidup bersama neneknya di Bonto Puasa, Lingkungan Kalli-Kalli, Kelurahan Adatongeng. Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain, ia justru menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan berjualan jalangkote keliling kampung untuk membantu perekonomian keluarga. Kondisi ini mencerminkan realitas sosial yang masih dihadapi sebagian anak di daerah, di mana pendidikan seringkali berbenturan dengan tuntutan ekonomi.
Namun, dalam sebulan terakhir, kehadiran H di sekolah mendadak hilang. Kursinya kosong tepat ketika pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berlangsung pada April ini. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi Guru MIN, mengingat fase akhir pendidikan dasar merupakan penentu penting bagi kelanjutan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa H meninggalkan rumah akibat persoalan keluarga dan menuju kediaman ibunya di wilayah pelosok Kecamatan Simbang, yang berjarak sekitar 22 kilometer dari tempat tinggalnya. Jarak tersebut bukan sekadar angka, melainkan tantangan geografis yang cukup berat untuk dijangkau, terutama dengan kondisi infrastruktur pedesaan yang terbatas.
Tidak ingin kehilangan satu pun anak didik, Guru MIN Maros bergerak cepat. Atas arahan kepala madrasah, tim guru diturunkan langsung untuk melakukan pencarian dan memastikan H kembali ke lingkungan pendidikan. Langkah ini menjadi bukti bahwa peran Guru MIN tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam situasi sulit yang dihadapi siswa.
Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Setibanya di daerah tujuan, Guru MIN harus menelusuri jalan-jalan kecil di pelosok kampung. Namun, kedatangan mereka justru membuat H merasa takut. Diduga karena rasa malu atau tekanan psikologis, ia sempat melarikan diri melalui pintu belakang rumah saat mengetahui guru-gurunya datang.
Aksi pencarian pun berlanjut. Guru MIN menyusuri area di sekitar rumah, mulai dari rumpun bambu hingga kandang sapi di bagian belakang. Meski saat itu H belum berhasil ditemukan, para guru tidak menyerah. Mereka memilih berdialog dengan sang ibu, menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan H.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saat perjalanan pulang dan baru menempuh sekitar tiga kilometer, sebuah pesan singkat diterima: H telah kembali ke rumah dan bersedia kembali bersekolah. Respons ini menjadi bukti bahwa kehadiran dan ketulusan Guru MIN mampu menyentuh hati seorang anak yang sempat menjauh dari pendidikan.
“Kami tidak ingin ada anak yang berhenti bermimpi hanya karena keadaan. Perjalanan ini tidak sebanding dengan masa depan H yang masih panjang,” ungkap salah satu Guru MIN yang terlibat dalam pencarian, Rabu 22 April 2026.
Kisah ini menjadi refleksi bahwa Guru MIN bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga harapan bagi anak-anak bangsa. Di tengah berbagai keterbatasan, dedikasi mereka menjadi kunci agar tidak ada siswa yang tertinggal dari akses pendidikan.
Kepala MIN Maros, Hadisah, menyampaikan apresiasi atas kegigihan para Guru MIN yang turun langsung ke lapangan. Ia mengaku bangga dan terharu melihat perjuangan yang dilakukan demi satu siswa. “Ini adalah bukti nyata bahwa Guru MIN memiliki kepedulian yang tulus. Kami tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak. Kembalinya H adalah kebahagiaan besar bagi kami,” ujarnya.
Kini, H telah kembali ke madrasah. Ia bersiap mengejar ketertinggalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus melanjutkan perjuangannya meraih cita-cita. Di bawah bimbingan Guru MIN Maros, harapan yang sempat redup kini kembali menyala, menjadi simbol bahwa pendidikan selalu punya jalan untuk menyelamatkan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....