Gap Kurikulum dan Kebutuhan Dunia Usaha Penyebab Tingginya Pengangguran

  • 22 Apr 2026 15:55 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingginya angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penting yang harus segera di carikan solusinya adalah kebijakan strategis penyelarasan antara kurikulum di dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha atau Industri (Link and Match).

Pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Satriadi, menyoroti Link and Match menjadi catatan tersendiri dalam pengentasan pengangguran di Kepri. Karena Kurikulum di dunia pendidikan tidak hanya di Kepri tetapi di Indonesia sudah ada patokannya dari pemerintah pusat.

Ditambah dengan kurikulum yang sering berubah-ubah tergantung dengan kebijakan Menteri. Kondisi ini tentunya menyulitkan proses implementasi di lapangan.

“Kita sering mengalami kesulitan, terutama ketika terjadi pergantian Menteri yang menyebabkan perubahan kurikulum. Ini menyulitkan implementasi dilapangan,” ujar Satriadi, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Satriadi, khusus untuk tingkat SMK maupun perguruan tinggi, masalah jurusan menjadi sangat penting. Saat ini pihaknya melihat sekolah vokasi yang ada di Kepri masih belum banyak yang mendukung kebutuhan dunia usaha dan industri di Kepri.

Di wilayah Kepri sektor utama penggerak ekonomi biasanya adalah pariwisata dan di Batam dengan industrinya. Perlu diperhatikan jumlah sekolah vokasi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Ini juga menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah, agar bisa melihat data dan angka terkait sekolah-sekolah vokasi kita,” katanya.

Dicontohkannya pertemuan dengan rekan-rekan dunia usaha dan dunia industri, mereka kadang-kadang menitipkan mata pelajaran atau mata kuliah untuk diajarkan agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri di Kepri. Kondisi ini tentunya menunjukkan adanya gap antara dunia pendidikan dan kebutuhan di dunia usaha dan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....