Penguatan Infrastruktur, Kodim 0731 Kulon Progo Gelar TMMD Reguler ke-128
- 22 Apr 2026 12:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Kodim 0731/Kulon Progo, melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Kelurahan Sidorejo, Lendah. Program sinergi lintas sektoral ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari ke depan, mulai Rabu 22 April 2026.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Tahun Anggaran 2026 ini, Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa", dengan target penguatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Komandan Kodim 0731 Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma mengatakan, untuk menyukseskan jalannya TMMD Reguler tahun 2026, dikerahkan sekitar 300 personil yang tergabung dalam satu Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah terkait, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, TMMD 2026 dilakukan secara berkesinambungan dengan menyasar sejumlah pembangunan infrastruktur vital bagi warga.
Diantaranya Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembangunan jalan dan talud untuk memperlancar akses mobilitas serta memperkuat struktur tanah di wilayah setempat serta Penyediaan sarana air bersih untuk upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Harapan kami dengan TMMD ini, infrastruktur khususnya Kelurahan Sidorejo, dapat meningkat sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh warga masyarakat secara langsung," ujar Dyan.
Selain pembangunan fisik, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Pada hari pertama pembukaan, ujar Dyan, tercatat sekitar 50 warga telah memanfaatkan layanan pengobatan gratis.
Layanan kesehatan ini akan terus berlanjut sepanjang pelaksanaan TMMD berlangsung. Untuk memaksimalkan pelayanan, komunikasi dan koordinasi dijalin dengan RSUD serta Dinas Kesehatan Tentara (DKT) terdekat.
Melalui program ini, Dandim berharap kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin solid, sekaligus mampu memacu kemandirian desa dalam membangun daerahnya sendiri.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengatakan, TMMD merupakan instrumen strategis untuk mempercepat kemajuan daerah melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga.
"Pembangunan yang berangkat dari desa menjadi kunci mewujudkan kemajuan daerah secara menyeluruh. TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, persatuan, dan kemandirian masyarakat," ujarnya.
Menurut Agung, Pelaksanaan TMMD ini didukung oleh anggaran signifikan, yakni hibah APBD Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp650.000.000,- kepada LPMKal Sidorejo, serta dukungan APBD DIY senilai Rp100.000.000,-.
Adapun rincian pembangunan fisik yang akan dilaksanakan meliputi:
Pembangunan Corblok Jalan sepanjang 1.100 meter (lebar 3m, tebal 0,12m) di Padukuhan Kwarakan, Jurug, dan Senden. Pembangunan Bangket Jalan, Sepanjang 175 meter. Pembangunan 2 unit taman prasasti dan 5 unit sumur untuk akses air bersih.
Selain fisik, juga digelar program non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan, hingga pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kapasitas SDM lokal.
Bersamaan dengan pembukaan TMMD, Agung juga menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program Aladin (Atap, Lantai, Dinding), serta stimulan jamban sehat.
Bantuan ini jelas Agung, merupakan pemantik bagi semangat gotong royong warga.
"Bantuan ini bersifat stimulan, pendorong bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya secara bertahap. Sanitasi yang layak melalui bantuan jamban juga menjadi kunci meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita," ucapnya.
Agung berharap, infrastruktur yang dibangun nantinya dapat dirawat dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi desa.
"Kepedulian sosial menjadi modal penting membangun masyarakat yang kuat. Mari jaga nilai gotong royong ini dan wariskan kepada generasi demi Kulon Progo yang lebih sejahtera dan berkeadilan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....