Panen Hampir Usai, Harga Gabah di Jombang Tetap Tinggi

  • 21 Apr 2026 19:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Harga gabah di Kabupaten Jombang masih bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjelang berakhirnya musim panen raya. Di tingkat penggilingan padi, harga gabah tercatat berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.500 per kilogram, melampaui HPP yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kepala Bidang Perlindungan Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Akhmad Jani Masyhudi, menyebut kondisi harga di lapangan dipengaruhi sejumlah faktor teknis dan cuaca.

“Situasi di lapangan berbeda-beda. Saat panen ramai disertai hujan deras, gabah cenderung basah sehingga harga bisa turun di bawah HPP, sekitar Rp6.300 sampai Rp6.400 per kilogram. Selain itu, metode panen juga berpengaruh. Jika menggunakan cara manual biasanya harga lebih rendah, sedangkan dengan combine harvester hasilnya lebih bersih sehingga harganya lebih tinggi,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Ia menambahkan, dinamika harga gabah tidak lepas dari mekanisme supply dan demand. “Ketika panen sedang ramai, harga biasanya turun. Namun saat panen mulai selesai, harga cenderung naik. Faktor lain seperti curah hujan tinggi yang membuat gabah basah atau kondisi tanaman yang terdampak banjir menjelang panen juga bisa menekan harga karena kualitas menurun,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi harga yang masih tinggi pada periode Maret hingga Mei cukup berbeda dari pola umum.

“Seharusnya pada masa panen raya harga turun, tetapi saat ini justru masih tinggi karena panen segera berakhir. Ini membuat harga bertahan di kisaran Rp7.500 per kilogram,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan produktivitas musim tanam pertama di Jombang rata-rata mencapai 7 ton per hektare, namun berpotensi menurun akibat tingginya curah hujan yang terjadi.

“Di musim ini kemungkinan ada kecenderungan turun karena dampak cuaca dan intensitas hujan yang sangat tinggi. Jadi istilahnya per 1.400 meter persegi biasanya dapat 1 ton atau 1 ton lebih, ini kurang lebih dapatnya hanya delapan sampai sembilan kuintal,” katanya.

Sementara itu, petani asal Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Slamet Ismail, mengaku harga gabah yang masih tinggi memberikan keuntungan bagi petani, meski di sisi lain mereka mulai bersiap menghadapi musim tanam berikutnya.

“Harga sekarang masih bagus, jadi cukup membantu petani. Tapi saat ini kami sudah mulai fokus menyiapkan musim tanam kedua, terutama pengolahan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....