Belasan Tahun Mengabdi, Sunardi Sumringah Terima Insentif Marbot Rp1 Juta

  • 21 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • 15 Tahun Mengabdi, Sunardi Sumringah Terima Insentif Marbot Rp1 Juta
  • Bantuan Insentif Marbot

RRI.CO.ID, Pekalongan - Senyum tak bisa disembunyikan dari wajah Sunardi, marbot masjid An Nur Desa Pedawung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan yang telah 15 tahun mengabdikan diri menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Di tengah rutinitasnya yang nyaris tanpa sorotan, ia kini merasakan perhatian dari pemerintah melalui insentif sebesar Rp1 juta.

Sunardi menjadi salah satu dari 900 marbot se-Kabupaten Pekalongan yang menerima bantuan tersebut dalam program yang digagas Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, di Masjid Al-Muhtarom, Kajen, Selasa 21 April 2026.

Bagi Ayah tiga anak ini, nominal itu mungkin tak sebanding dengan pengabdian panjangnya. Namun, pengakuan atas perannya justru menjadi hal yang lebih berarti.

“Alhamdulillah, senang sekali. Ini bukan soal besar kecilnya, tapi perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, Sunardi menjalani tugasnya sebagai marbot dengan penuh tanggung jawab membersihkan lantai masjid, merapikan perlengkapan ibadah, hingga memastikan kenyamanan jamaah. Semua dilakukan tanpa banyak tuntutan.

Program insentif ini sendiri menyasar 900 marbot di seluruh Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah menyebut kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok rentan yang selama ini berkontribusi langsung di tengah masyarakat, namun kerap luput dari perhatian.

Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa peran marbot tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain menjaga kebersihan, mereka juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesucian dan kenyamanan tempat ibadah.

“Kalau kebersihannya terjaga, insya Allah kesuciannya juga terjaga,” katanya.

Pemerintah juga melihat marbot sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan kedekatan mereka di lingkungan sekitar, marbot dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Masruroh, menjelaskan bahwa setiap marbot menerima Rp950 ribu setelah dipotong pajak. Penyaluran dilakukan melalui transfer Bank Jateng dan dilaksanakan secara bertahap.

Bagi Sunardi dan ratusan marbot lainnya, insentif ini bukan sekadar bantuan finansial. Lebih dari itu, ini adalah pengakuan bahwa pengabdian mereka yang selama ini berjalan dalam senyap akhirnya mendapat tempat dalam perhatian negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....