Dinkes Kendari Perketat Pengawasan Campak
- 19 Apr 2026 12:43 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah.
Tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran dinilai berisiko mempercepat penularan penyakit yang sangat menular tersebut.
Kepala Dinkes Kendari, Hasria, mengatakan hingga akhir Maret 2026, kasus campak di wilayahnya masih tergolong rendah dan belum menunjukkan penyebaran signifikan. Namun, langkah antisipatif tetap diperkuat mengingat pola peningkatan kasus secara nasional dalam beberapa bulan terakhir.
“Secara lokal masih rendah, tetapi kami tidak boleh lengah. Campak sangat mudah menular, apalagi setelah terjadi banyak pertemuan selama Lebaran,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dinamika kasus campak yang fluktuatif sejak awal tahun.
Hingga awal Maret 2026, terdapat lebih dari 10 ribu kasus suspek campak, dengan ribuan kasus terkonfirmasi laboratorium . Bahkan, pemerintah melaporkan puluhan kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah, yang tersebar di sejumlah provinsi termasuk Sulawesi .
Meski dalam beberapa pekan terakhir tren nasional mulai menurun, kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Kemenkes menegaskan mobilitas tinggi saat mudik Lebaran berpotensi kembali memicu penularan, terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi lengkap .
Hasria menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam pengendalian campak adalah masa inkubasi virus yang mencapai dua pekan.
Pada fase tersebut, penderita bisa menularkan virus melalui percikan droplet meski belum menunjukkan gejala.
“Dalam masa inkubasi sekitar 14 hari, pasien tetap bisa menularkan. Karena itu deteksi dini dan pelacakan kontak menjadi sangat penting,” katanya.
Sebagai respons, Dinkes Kendari telah mengeluarkan surat kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans.
Tenaga kesehatan diminta aktif melakukan identifikasi kasus, pelaporan cepat, serta penelusuran kontak erat pasien.
Di tingkat masyarakat, upaya pencegahan juga terus didorong. Warga diimbau menggunakan masker di tempat keramaian serta membatasi interaksi apabila terdapat anggota keluarga yang menunjukkan gejala demam disertai ruam.
Campak dikenal sebagai penyakit yang sangat menular dengan tingkat penularan tinggi.
Dalam satu kasus, virus dapat menyebar ke belasan orang lain jika tidak ada kekebalan kelompok. Penyakit ini umumnya diawali demam tinggi, diikuti munculnya ruam kemerahan di tubuh.
Namun, yang paling diwaspadai adalah komplikasi, terutama pada bayi dan anak dengan imunisasi belum lengkap.
Campak dapat memicu diare berat, dehidrasi, hingga infeksi serius seperti pneumonia yang berpotensi menyebabkan kematian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....