Miliki Iman yang Baru untuk Keajaiban Baru

  • 19 Apr 2026 11:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - New Faith for New Wonders atau Iman yang baru untuk keajiaban baru menjadi tema khotbah di Ibadah Raya Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 19 April 2026.

Pastor Lucky Deri Putra Harefa mengatakan iman yang baru adalah iman yang mendengar suara Tuhan bukan suara logika. Ia mengajak jemaat Tuhan untuk menjaga pendengaran. Jika mendengar sesuatu yang melemahkan iman maka tinggalkan itu.

"Manusia sering percaya dengan sesuatu yang realita. Tanpa kita sadari hati kita mulai bergeser dan mulai meragukan firman Tuhan. New Wonders lahir dari ketaatan terhadap suara Tuhan bahkan ketika suara itu tampak tidak masuk akal," ucapnya.

Ditegaskannya iman yang melahirkan new wonders adalah iman yang berkata "Kalau Tuhan yang berkata saya percaya". Apapun yang Tuhan katakan jadikan itu final dalam hidupmu.

Pastor Lucky melanjutkan iman yang baru adalah Iman pemindah gunung melangkah ketika banyak orang masih menghitung resiko. Iman yang berani melangkah bahkan sebelum melihat apapun. Jangan menunggu bukti baru berjalan karena Tuhan sudah memberi kekuatan, Tuhan sudah memberi urapan.

Iman seperti apa yang bisa memindahkan gunung? menurutnya iman yang tidak mencari jaminan lain selain Tuhan.

Iman yang baru adalah iman yang tidak tunduk pada limitasi. Keajaiban baru tidak akan tercapai jika kita membatasi dengan hal hal lahiriah dan jasmani.

"Hari ini apa hal-hal yang membatasi iman kita? Hari ini melangkahlah, hancurkan seluruh batasan-batasan itu. Percayalah, berimanlah sampai akhir," ucap Ps. Lucky.

Untuk menerima new wonders di tahun 2026 ini beranilah melangkah dengan iman.

Iman yang memindahkan gunung adalah iman yang mengalahkan segalq racun dalam hidup. Musuh terbesar iman bukan gunung di depan kita tapi racun di dalam hidup kita. Apa saja racun tersebut, yakni keraguan kecil. Keraguan kecil seperti sel kanker untuk iman kita jika tidak dihancurkan akan menggerogoti dan membunuh iman kita.

Racun lainnya menurutnya adalah suara negatif, logika manusia, statistik yang menakutkan serta pengalaman yang pahit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....