Wawako Ajak Jemaat Tingkatkan Iman, Bentengi Tantangan Sosial saat Ini
- 22 Jun 2026 16:44 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Lunturnya kepedulian sosial hingga meningkatnya pengaruh informasi yang tidak sehat, menjadi tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.Bahkan berkurangnya kehidupan rohani dalam keluarga, hingga menurunnya keteladanan di tengah masyarakat telah menjadi momok yang harus dibentengi dengan iman. Oleh karena itu, gereja diharapkan terus menjadi benteng moral dan spiritual yang mampu membentuk pribadi-pribadi yang berintegritas, setia, dan menjadi teladan dalam perkataan maupun perbuatan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., saat menghadiri Ibadah Syukur dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 BNKP Jemaat Ulu Bo’uso yang dilaksanakanpada Minggu 21 Juni 2026 di Gereja BNKP Jemaat Ulu Bo’uso Nikootano Dao, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa. Turut mendampingi Ny. Fati Martinus Lase, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, Camat Gunungsitoli Alo’oa, Camat Gunungsitoli Utara, Kapolsek Alo'oa, BPHMS BNKP, Ketua dan Anggota BPMS BNKP, para pendeta, BPHJ/BPMJ, warga jemaat BNKP Ulu Bo’uso, Ketua dan seluruh panitia pelaksana, serta para undangan dan hadirin lainnya.
BNKP Jemaat Ulu Bo’uso menggelar Ibadah Syukur dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 dengan mengusung tema “Sebab Bait Allah itu Kudus dan Bait Allah itu adalah Kamu” (1 Korintus 3:17b). Wakil Wali Kota menyampaikan, tema yang diangkat pada perayaan HUT kali ini sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. “Melalui tema ini, seluruh jemaat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang percaya adalah bait Allah yang harus menjaga kekudusan hidup, menghadirkan kasih, serta menjadi terang di tengah masyarakat,” ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota Gunungsitoli mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada BNKP Jemaat Ulu Bo’uso dan berharap gereja terus menjadi sarana pembinaan iman yang melahirkan generasi yang takut akan Tuhan dan hidup dalam kebenaran. “Usia 70 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan penuh makna bagi sebuah gereja. Namun yang terpenting bukan hanya lamanya usia pelayanan, melainkan sejauh mana gereja mampu menghadirkan pertumbuhan iman, perubahan karakter, dan dampak positif bagi kehidupan jemaat serta masyarakat,” ujar Wawako.
Usai ibadah syukur, kegiatan dilanjutkan dengan puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 BNKP Jemaat Ulu Bo’uso yang ditandai dengan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli bersama Ephorus BNKP. Suasana sukacita dan kebersamaan begitu terasa ketika seluruh jemaat bersama-sama mensyukuri penyertaan Tuhan yang telah memimpin perjalanan pelayanan gereja selama tujuh dekade.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....