Anak Hakim Tipikor Asal Lampung Buat Inovasi Ayam Varietas AK-79
- 19 Apr 2026 09:24 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Selatan – Di tengah tantangan wabah penyakit yang kerap menghantui peternak unggas, seorang pemuda Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, yang juga merupakan anak seorang Hakim Tipikor di Pengadilan Tinggi Banten, membuat inovasi persilangan ayam menjadi varietas baru AK-79.
Mahdika Murtopo, mahasiswa semester tujuh Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, mengaku melakukan inovasi persilangan ayam menjadi varietas baru AK-79 berawal dari hobi. Selain itu menurut Mahdika, ide persilangan ayam juga muncul untuk menjawab kebutuhan daging ayam yang terus meningkat.
“Ayam AK-79 memiliki keunggulan signifikan dibandingkan ayam kampung. Jika pemeliharaan ayam kampung butuh waktu sekitar empat bulan untuk mencapai bobot konsumsi, AK-79 hanya perlu 50 hingga 60 hari untuk mencapai bobot rata-rata 1,2 kilogram,” kata Mahdika Murtopo, Minggu 19 April 2026.
Selain pertumbuhannya yang cepat, lanjut Mahdika Murtopo, ayam ini lebih tahan penyakit dan memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim di Lampung Selatan.
Inovasi Mahdika ini mendapat dukungan dari sang ayah, Elik Murtopo, yang sehari-hari bertugas sebagai Hakim Tipikor di Pengadilan Tinggi Banten. Elik Murtopo mengatakan awalnya putranya mengajukan proposal berisi inovasi yang akan dilakukannya, karena Mahdika lebih memilih jalur wirausaha ketimbang sektor formal.
“Memang putra saya lebih memilih jalur wirausaha ketimbang sektor formal. Ya saya bangga dengan kemandiriannya yang memilih jalur wirausaha yang saat ini digelutinya,” kata Elik Murtopo.
Tingginya minat peternak membuat Mahdika kewalahan memenuhi permintaan pasar. Mahdika menjual bibit ayam AK-79 seharga Rp.9.0000 per ekor. Sementara telur ayam kampung konsumsi dijual Rp.2.500 per butir.
Permintaan bibit dan telur sangat tinggi. Pesanan sampai April 2026 sudah penuh dan ada pemesan bersedia antre hingga Juni mendatang. Mahdika juga mengintegrasikan peternakannya dengan pertanian, dengan mengolah kotoran ayam dari kandangnya menjadi pupuk tanaman cabai dan tomat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....