NasDem Maluku Desak TEMPO Minta Maaf

  • 17 Apr 2026 12:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Pemberitaan majalah Tempo mengenai isu marger Nasdem dan Gerinda ysng menampilkan cover Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh mendapat reaksi keras dari kader NasDem berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Maluku. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku secara tegas mendesak pihak Tempo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

"Kami minta pihak Majalah Tempo untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik," kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPW NasDem Maluku, Irawadi di Kantor DPW NasDem Maluku, Ambon, Jumat, 17 April 2026

Menurutnya, langkah ini perlu diambil untuk memulihkan nama baik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang adalah seorang negarawan yang konsisten memperjuangkan demokrasi, kebebasan pers, serta nilai-nilai restorasi untuk kemajuan bangsa.

Menurutnya, dalam maklumat bernomor 001/MS/DPW-NasDem Maluku/IV/2026 itu, DPW NasDem Maluku menyatakan telah mencermati secara seksama isi dan tampilan pemberitaan edisi terbaru Tempo.

NasDem menilai pemberitaan tersebut tidak memenuhi prinsip jurnalisme yang berimbang. Olehnya itu, DPW, DPD, anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Fraksi NasDem, sayap dan badan Partai NasDem se-Maluku menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, mengecam keras pemberitaan yang kami nilai tendensius, tidak akurat, tidak berimbang, dan berpotensi membangun opini yang menyesatkan publik.

Kedua, kepada Majalah Tempo untuk memberikan klarifikasi dan Permohonan Maaf secara terbuka kepada publik serta memulihkan nama baik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebagai seorang negarawan yang konsisten memperjuangkan demokrasi, kebebasan pers, serta nilai-nilai Restorasi untuk kemajuan bangsa.

Ketiga, mengajak seluruh kader Partai NasDem, simpatisan, dan masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyikapi pemberitaan secara bijak dan kritis.

"Demikian maklumat/pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kami," kata Irawadi menutup obrolannya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....