Jaga Berkah Hidup di tengah Kesibukan Dunia

  • 17 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Program Dialog Nuansa Fajar Pro 4 RRI Makassar kembali hadir menyapa pendengar pada Jumat, 17 April 2026, dengan mengangkat tema yang menyentuh esensi spiritualitas, yakni "Keberkahan Hidup di Tengah Kesibukan Dunia". Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Muhammad Rusli, S.HI, MH, yang merupakan Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menyeimbangkan ambisi duniawi dengan persiapan bekal menuju akhirat agar hidup tetap dalam naungan berkah.

Ustadz Rusli menguraikan bahwa fenomena masyarakat modern saat ini sering kali terjebak dalam rutinitas yang sangat padat hingga melupakan tujuan hakiki penciptaan manusia. Menurutnya, fokus yang berlebihan pada urusan duniawi cenderung membuat seseorang abai terhadap kewajiban spiritual. Padahal, dunia seharusnya dipandang sebagai ladang atau perangkat utama untuk memenuhi kebutuhan di kehidupan yang kekal kelak.

"Tidak ada larangan bagi kita untuk sibuk atau beraktivitas maksimal di dunia, namun satu hal yang jangan sampai lepas adalah kesadaran akan akhirat," tegas Ustadz Rusli. Ia mengingatkan bahwa segala fasilitas dan kesibukan di dunia ini hanyalah sarana. Jika seseorang mampu menjadikan pekerjaannya sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka di situlah keberkahan akan mengalir dalam setiap helai nafas dan usahanya.

Lebih lanjut, ia menyentil konsep kematian dengan istilah mudik permanen. Jika mudik Idul fitri hanyalah perjalanan sementara untuk kembali ke kampung halaman, maka kembali kepada Allah adalah perjalanan pulang yang sesungguhnya. Ustadz Rusli mengingatkan agar setiap manusia selalu sadar bahwa apa pun yang dimiliki di dunia ini pada akhirnya akan ditinggalkan saat panggilan tersebut datang menghampiri.

"apa pun profesi yang ditekuni, baik sebagai direktur, dokter, maupun manajer, semuanya harus tetap dalam bingkai ketaatan kepada Allah. Seorang profesional yang sukses bukan hanya mereka yang memiliki jam terbang tinggi, melainkan mereka yang di tengah kesibukannya tetap menyisihkan waktu untuk beramal saleh dan membaca Al-Qur'an. Kesibukan dunia tidak boleh menjadi penghalang atau dinding yang membatasi hamba dengan Sang Pencipta, "ujarnya.

Mengutip kegelisahan Rasulullah SAW di masa lalu, Ustadz Rusli menceritakan sebuah hadis tentang kekhawatiran Nabi terhadap umatnya yang akan sangat mencintai lima perkara namun melupakan lima perkara lainnya. Salah satunya adalah kecintaan yang berlebihan terhadap dunia yang membuat manusia lupa pada akhirat. Hal inilah yang menjadi peringatan keras bagi umat Muslim agar tidak terbuai oleh gemerlap dunia yang sifatnya hanya sementara.

Sebagai penutup, beliau mengajak pendengar untuk tidak sekadar mencari kebahagiaan, melainkan menciptakan kebahagiaan yang berbasis pada keberkahan. Mengacu pada firman Allah bahwa dunia hanyalah tempat bersenda gurau dan bermain, kehidupan yang sesungguhnya dan terbaik adalah di akhirat bagi mereka yang bertakwa. Dengan menjadikan dunia sebagai jembatan menuju akhirat, maka kesibukan apa pun yang dilakukan akan bernilai ibadah dan mendatangkan ketenangan batin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....