Siswa-Siswi SD Negeri Jetis 3 Sukoharjo Mulai Jalani PHBS
- 16 Apr 2026 20:50 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo dan dapur SPPG Sukoharjo 2 menggelar aksi cuci tangan sebelum dan setelah makan bagi penerima dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kegiatan yang bertajuk “Sehat Itu Seru” diikuti para siswa kelas 1 - 6 SDN Jetis 03 Sukoharjo, Kamis 16 April 2026.
Mereka berbaris rapi dan mengantre untuk mencuci tangan sebelum menyantap menu makanan program MBG. Para siswa dan siswi diajari enam langkah mencuci tangan yang benar dengan menggunakan air dan sabun.
Selepas makan, mereka kembali mencuci tangan menggunakan air dan sabun dengan dipandu langsung dari RS PKU Muhamadiyah Sukoharjo.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Resita Lukitawati, mengatakan kegiatan ini bagian dari edukasi pola hibup bersih dan sehat (PHBS) bagi kalangan anak-anak.
"Dalam aksi kali ini, mereka diedukasi untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyantap makanan," ujar dia.
Menurutnya, mencuci tangan menggunakan air dan sabun yang baik dan benar dilakukan dengan enam langkah.
“Mulai dari menggosok punggung tangan, sela-sela jari hingga telapak tangan atau dengan istilah “Tepung Selaci Puput”.
“Tepung selaci puput artinya, telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, gerakan mengunci, putar ibu jari, dan ujung jari. Tangan adalah mediator utama kuman dan bakteri. Jika kebersihan tangan tidak dijaga, anak-anak rentan terkena infeksi seperti flu yang bisa berkembang menjadi pneumonia, hingga virus seperti flu Singapura,” jelas dr. Resita.
Menurut dr. Resita, bakteri bisa menempel di tangan saat beraktivitas sehari-hari.
"Apabila tidak mencuci tangan dengan air dan sabun, bakteri itu masuk ke perut saat menyantap makanan dan hal itu berpotensi mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit, " ujarnya.
Selama ini, lanjut dr. Resita tak sedikit anak-anak yang mengalami sakit yang disebabkan bakteri.
“Kami juga mengedukasi terkait menu makanan bergizi dalam program MBG. Anak-anak membutuhkan asupan gizi untuk menunjang tumbuh kembang anak,” papar dia.

Kepala Dapur SPPG Sukoharjo 2, Ade Jefri Widyatama, mengatakan budaya cuci tangan menggunakan air dan sabun bagian dari edukasi PHBS terhadap kalangan anak-anak.
“Melalui kegiatan itu, jelas kami sangat berharap mencuci tangan menggunakan air dan sabun sebelum dan setelah makan menjadi kebiasaan bagi anak-anak,” ujar Ade.
Terkait kualitas menu yang disajikan SPPG Sukoharjo 2, kepada siswa telah melalui pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan orang tua siswa terhadap program nasional tersebut.
“Di SPPG Sukoharjo 02, kami menerapkan cek yang sangat ketat dalam menyusun menu, baik dari ahli gizi maupun kepala satuan,” kata dia.
Dia juga menambahkan bahwa cakupan layanan SPPG Sukoharjo 02 yang sudah berjalan sejak Oktober 2025 ini akan terus diperluas.
“Saat ini kami melayani sekitar 2.700 penerima manfaat di lingkungan sekolah. Dan Minggu depan, kami mulai melayani kategori 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, selain tetap fokus pada siswa sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Jetis 03, Ruwiyatun, mengapresiasi kegiatan cuci tangan dan menu bergizi yang diselenggarakan oleh RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo dan dapur SPPG Sukoharjo 2.
Menurutnya, edukasi langsung dari tenaga medis sangat penting sebagai langkah preventif agar siswa terhindar dari penyakit seperti diare dan infeksi saluran pencernaan. Selain itu juga berdampak positif mengubah perilaku siswa dan siswi sebelum dan setelah makan.
“Anak-anak sering bermain di halaman dan terkadang langsung mengambil makanan tanpa cuci tangan. Melalui kerjasama dengan RS PKU dan SPPG ini, mereka diajarkan cara cuci tangan yang benar dengan sabun. Ini sangat bermanfaat, terutama menyambut waktu makan bersama dalam program MBG agar mereka benar-benar bersih dari kuman,” ujar Ruwiyatun. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....