Bank Sampah di Bekasi Harapkan Bantuan Fasilitas Penunjang dari Pemkot Bekasi

  • 15 Apr 2026 19:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengurus Bank Sampah Unit tingkat RW di Kota Bekasi berharap dukungan fasilitas penunjang operasional bank sampah dari Pemkot Bekasi.
  • Salah satu fasilitas penunjang yang diharapakan yaitu gerobak motor (baktor) hingga tempat penampungan sampah sementara bersifat permanen.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Sejumlah pengurus Bank Sampah Unit (BSU) tingkat RW di Kota Bekasi mengharapkan bantuan fasilitas penunjang dari Pemkot Bekasi. Sehingga kegiatan atau aktivitas bank sampah semakin masif di tengah masyarakat.

Pengurus Bank Sampah Unit Semilir RW 19 Kelurahan Kayuringin, Aris Surtikaningsih mengatakan, ada beberapa fasilitas penunjang yang dibutuhkan bank sampah. Fasilitas tersebut mulai dari tempat penampungan sampah sementara bersifat permanen dan juga gerobak motor (baktor).

Menurutnya, saat ini Bank Sampah Unit Semilir belum memiliki tempat penampungan sementara secara permanen. Padahal tempat tersebut dibutuhkan agar memudahkan aktivitas bank sampah.

"Kita belum tempat permanen baik penampungan sementara sebelum sampah dari warga diambil pelapak. Serta tempat penimbangan yang permanen dan lokasinya strategis dan bisa dijangkau warga dari segala arah," katanya, Rabu, 15 April 2026.

Adapun fasilitas penunjang lainnya yang dibutuhkan yaitu baktor yang saat ini belum dimiliki bank sampah. Fasilitas ini penting untuk memudahkan pengangkutan sampah dari lokasi penimbangan ke tempat penampungan sementara.

"Baktor juga perlu untuk mengangkut sampah dari lokasi ke penimbangan ke tempat penampungan sementara. Dengan keberadaan baktor kami berharap bisa semakin memudahkan kami," katanya.

Para pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Semilir RW 19 Kelurahan Kayuringin Kota Bekasi. (Foto: Dokumentasi BSU Semilir)

Ia berharap adanya dukungan fasilitas bisa semakin mengoptimalkan kinerja bank sampah di tingkat RW. Sehingga tujuan Pemkot Bekasi mengurangi sampah rumah tangga bisa tercapai.

"Kalau fasilitasnya terpenuhi, mudah-mudahan bisa semakin optimal. Bank sampahnya jadi semakin aktif lagi," katanya.

Aris juga menambahkan, bahwa sejak beroperasi pada November 2025 lalu, bank sampah mendapat respon positif masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari naiknya jumlah nasabah baru setiap minggunya.

"Alhamdulilah sampai saat ini antusias sekali. Alhamdulilah setiap penimbangan itu selalu ada penambahan lima sampai enam orang nasabah baru," katanya.

Hanya saja memang, perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai bank sampah terutama terkait pemilahan sampah. Sebab masih banyak masyarakat membuang sampah-sampah plastik atau jenis sampah lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

"Perlu edukasi lagi di keluarga untuk pemilahan sampah-sampah plastik, mungkin edukasinya gak sampai ya dari ibu ke anak. Karena masih saya lihat botol plastik misalnya di buang ke tempat sampah, padahal itu bisa menghasilkan cuan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....