Ekspor Kalbar Naik Tipis, Karet dan Sawit Jadi Penopang

  • 13 Apr 2026 16:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Februari 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,27 persen secara bulanan. Peningkatan ini didorong oleh naiknya ekspor sejumlah komoditas unggulan, terutama minyak dan lemak hewan atau nabati seperti minyak kelapa sawit olahan yang tumbuh 4,32 persen.

Selain itu, komoditas karet dan barang dari karet melonjak signifikan sebesar 36,75 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada ampas sisa industri makanan atau bungkil kelapa sawit yang mencapai 109,30 persen.

Namun, secara tahunan kinerja ekspor Kalbar justru mengalami penurunan sebesar 7,80 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar, Moch Saichudin, menyebut penurunan ini dipengaruhi melemahnya ekspor beberapa komoditas utama.

Penurunan terjadi pada bahan kimia anorganik, khususnya alumina yang merosot hingga 39,35 persen. Selain itu, ekspor karet dan barang dari karet juga turun cukup dalam sebesar 35,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk negara tujuan, ekspor Kalbar masih didominasi oleh tiga negara utama, yakni Mesir, Tiongkok, dan Belanda.

“Ekspor terbesar adalah ke Mesir sebesar 18,27 persen dengan nilai 28,28 juta dolar AS, disusul Tiongkok 15,15 persen senilai 23,45 juta dolar AS, serta Belanda 12,84 persen dengan nilai 19,88 juta dolar AS,” kata Saichudin, Senin, 13 April 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski terjadi pemulihan jangka pendek pada beberapa komoditas, tekanan pasar global masih mempengaruhi kinerja ekspor Kalbar secara keseluruhan.

Baca juga: Gubernur Dukung Ekspor Arwana Kalbar dan Penangkar Siluk

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....